Saat Senapan Menepi, Pohon Bersemi di Markas Wira Bhuana Yudha

BINJAI, WasantaraPos.com – Pagi itu, tanah di kawasan Markas Batalyon Arhanud 11/Wira Bhuana Yudha (WBY), Binjai, tak lagi akrab dengan hentakan latihan tempur. Senin, 29 Juni 2026, giliran cangkul dan bibit tanaman yang mengambil alih panggung.

​Di bawah terik yang mulai menyengat, Kolonel Arh. Patrick Arya Bima, Danmenarhanud 2/SSM, tampak melepas kaku seragam dinasnya. Bersama Danyon Arhanud 11/WBY, Letkol Arh. Ronald Ginomgom Simatupang, mereka membaur dalam satu barisan lintas generasi: dari aparat pemerintah, warga sipil, hingga barisan pelajar yang tampak antusias mengotori tangan dengan tanah basah.

READ  Tangki BBM Jadi Perut Sabu, 22 Kg Digagalkan di Medan

​Ini bukan sekadar ritual penghijauan rutin. Ada 250 nyawa baru yang ditanam di sana mulai dari pohon trembesi, mangga, alpukat, matoa, hingga jambu. Sebuah upaya “investasi masa depan” yang dirancang di tengah kian gawatnya ancaman perubahan iklim.

​”Ini langkah konkret,” tegas Patrick di sela-sela kegiatan yang digelar serentak di seluruh satuan TNI AD itu. Baginya, TNI tidak boleh hanya mahir memegang senjata, tapi juga harus lihai membaca ancaman nyata yang datang dari rusaknya ekosistem lingkungan.

READ  Sinergi Baret di Tangerang: 7 Tersangka Dicokok Usai Gugurnya Prada Arif

​Nada yang lebih dalam datang dari Ronald. Baginya, menanam pohon adalah antitesis dari pembiaran kerusakan alam. Ia menantang paradigma “tanam lalu lupakan” yang sering terjadi dalam proyek penghijauan pemerintah. Baginya, bibit yang tertanam hari ini adalah warisan yang harus dijaga sampai ia memberi naungan.

​”Sinergi ini bukan hanya soal simbolis, tapi tentang keberlanjutan. Kami ingin anak-anak muda ini paham bahwa lingkungan yang sehat adalah pertahanan negara yang paling dasar,” ujar Ronald dengan nada tajam.

​Di tengah hiruk-pikuk isu lingkungan yang seringkali hanya berhenti di meja diskusi, aksi di Binjai ini menawarkan perspektif lain: militer yang turun tangan, pelajar yang diajak ambil peran, dan tanah yang tak lagi sekadar medan latihan, melainkan cagar bagi masa depan.

READ  Apel Pagi TMMD di Langkat, Letda Rezky Tekankan Keselamatan dan Kekompakan

​Saat kegiatan berakhir, markas tersebut tak lagi terlihat sebagai benteng pertahanan yang angker. Ia berubah menjadi titik awal penghijauan, di mana TNI AD mencoba membuktikan bahwa tugas menjaga kedaulatan tak hanya soal batas wilayah, tapi juga menjaga agar tanah air tetap layak ditinggali oleh generasi mendatang.