Tak Hanya Melalui Duniawi, Gubsu Bobby Ingin Cegah Bencana Melalui Syiar Agama

Sumut64 Dilihat

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mendorong pelaksanaan pengajian rutin tingkat provinsi yang digelar setiap bulan secara bergilir di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam dan ikhtiar mencegah bencana.

Hal itu disampaikan Bobby saat melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut periode 2026-2030 serta Dewan Pengawas dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Sumut Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (14/6/2026).

Menurut Bobby, upaya pencegahan bencana tidak hanya dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan pembangunan fisik, tetapi juga dapat ditempuh melalui pendekatan spiritual dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

READ  TMMD 128 Kebut Peningkatan Jalan Desa, Warga Pasar Rawa Rasakan Dampaknya

“Kalau bisa sebulan sekali kita buat pengajian besar skala provinsi dan kita keliling ke daerah-daerah di Sumatera Utara. Ini bagian dari syiar Al-Qur’an sekaligus ikhtiar kita memohon perlindungan kepada Allah SWT,” katanya.

Bobby mengaku telah meminta pengurus LPTQ Sumut menyusun program tersebut dan tidak ragu mengajukan kebutuhan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Sumut.

Ia menegaskan, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program keagamaan yang bertujuan memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

READ  Belum Dipakai AFF U-19, Lapangan Stadion Teladan Sudah Jadi Arena Lari, Netizen Murka

“Dibilang tidak ada anggaran untuk urusan agama, itu tidak boleh. Untuk kegiatan yang memperkuat syiar agama dan pembinaan umat, kami siap mendukung,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengingatkan agar LPTQ tidak dipandang hanya sebagai lembaga yang bekerja menjelang pelaksanaan MTQ atau sekadar menggelar perlombaan tilawah.

Menurutnya, tugas utama LPTQ adalah melakukan pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan sepanjang tahun sehingga dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas.

“LPTQ bukan lembaga yang kerjanya satu atau dua tahun sekali saat MTQ. LPTQ harus terus bergerak dan berkesinambungan untuk memperkuat syiar Al-Qur’an di Sumatera Utara,” tegasnya.

READ  Bupati/Wali Kota Harus Bisa Ikuti Ritme Gubsu Tekan Inflasi di Sumut

Bobby menilai selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada pelaksanaan MTQ, mulai dari anggaran hingga kemeriahan acara. Padahal, yang lebih penting adalah proses pembinaan qari, qariah, hafiz dan hafizah yang berlangsung dari tingkat kecamatan hingga nasional.

Karena itu, ia berharap MTQ ke-40 Sumut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat gerakan membumikan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana syiar Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat dan membawa keberkahan bagi Sumatera Utara,” pungkasnya. (Red)