Mata dari Langit Belawan: Kodaeral I Bertaruh pada Teknologi Drone untuk Jaga Laut Nusantara

Kodaeral21 Dilihat

BELAWAN, wasantarapos.com— Langit Belawan sepekan ini tidak hanya dipantau dengan mata telanjang. Di Gedung Yos Sudarso, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) tengah menempa para prajuritnya untuk menguasai medan tempur modern: udara maritim berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

​Lewat Latihan Pengamatan Udara Maritim Triwulan III Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 3 hingga 5 Agustus 2026, Kodaeral I ingin memastikan bahwa menjaga kedaulatan laut tidak lagi cukup hanya dengan bermodal lambung kapal dan teropong konvensional.

​Di era ketika ancaman bergeser cepat, laut membutuhkan mata tambahan yang terbang tinggi, senyap, dan presisi.

READ  Rico Waas Turun Tangan, Sarang Narkoba di Belawan Digerebek, Bong Sabu Berserakan

​Mengubah Langit Menjadi Pertahanan

​Berdasarkan Surat Perintah Komandan Kodaeral I, latihan ini dirancang bukan sekadar rutinitas birokratis, melainkan respons taktis atas dinamika perairan Indonesia yang kian kompleks.

Pangkal masalah pengamanan laut di wilayah barat kerap berkutat pada luasnya cakupan wilayah dan terbatasnya waktu respon.

​Di sinilah drone diandalkan. Selama tiga hari, para prajurit digembleng mulai dari regulasi penerbangan, prosedur keselamatan, hingga teknik pengintaian (reconnaissance).

Mereka dilatih menerjemahkan data visual dari udara menjadi informasi intelijen yang valid, sebuah amunisi krusial untuk mempercepat rantai komando dan pengambilan keputusan di lapangan.

READ  ​Menjaring Sang Perwira di Balai Prajurit: Seleksi Ketat di Ujung Utara Sumatera

​Dengan teknologi ini, jangkauan pemantauan perairan diperluas secara signifikan, sementara efektivitas patroli dapat ditekan tanpa harus mengerahkan armada besar di setiap titik rawan.

​Adaptasi atau Tertinggal

​Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., paham betul bahwa modernisasi alutsista tanpa peningkatan kapasitas manusia hanya akan menjadi pajangan mahal. Ia menegaskan, profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan derap kemajuan teknologi pertahanan global.

​”Kodaeral I berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas di era digital,” ujar Deny.

​Di tengah ketatnya persaingan geopolitik regional dan potensi pelanggaran hukum di laut, langkah Kodaeral I menyematkan teknologi nirawak ke dalam taktik pengawasan harian adalah sebuah keniscayaan.

READ  TAREKAT SAMUDERA BERPADU DENGAN KUDA-KUDA RUMAH SAKIT:

Dari ketinggian langit Belawan, TNI AL mencoba membuktikan bahwa pertahanan maritim Indonesia tengah beranjak menuju era baru: lebih adaptif, modern, dan sigap membaca zaman.