Bobibos Diuji Negara, Lolos atau Gagal Jadi BBM Masa Depan?

JAKARTA, WasantaraPos.com — Nasib bahan bakar alternatif bernama Bobibos kini berada di tangan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Pemerintah mulai menguji produk berbasis limbah pertanian itu untuk memastikan satu hal krusial: layak atau tidak digunakan publik.

 

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM tak ingin gegabah. Produk yang diklaim beroktan tinggi ini harus melewati serangkaian uji ketat sebelum dipasarkan.

 

“Pengujian ini untuk memastikan standardisasi dan klasifikasi produk,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, Sabtu, 25 April 2026.

READ  Saat Alat Berat Grader dan Prajurit Turun, Jalan Rusak Pasar Rawa Perlahan Menghilang

 

Di balik klaim RON 98, Bobibos masih menyimpan tanda tanya. Pemerintah bahkan belum menentukan apakah produk ini masuk kategori bahan bakar nabati atau bahan bakar minyak.

 

Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menyebut pengujian tahap awal akan menguliti “isi dalam” bahan bakar tersebut. Mulai dari sifat fisika dan kimia, stabilitas, hingga kecocokan dengan mesin.

 

Tak berhenti di situ, uji juga akan menyorot emisi gas buang, daya tahan mesin, hingga potensi residu pembakaran, faktor yang bisa menentukan apakah bahan bakar ini ramah atau justru merusak mesin.

READ  Baru Berjalan 2 Tahun, Rumah Watinaria yang Dikontrak 5 Tahun Dibongkar dan Dijarah

 

Pengambilan sampel dilakukan ketat, mengikuti standar internasional ASTM D4057. Semua proses dicatat untuk menjamin transparansi.

 

Jika lolos tahap awal, Bobibos akan menghadapi “ujian lapangan”: diuji langsung di mesin dan kendaraan dalam kondisi nyata. Di sinilah klaim performa akan benar-benar diuji.

 

Menariknya, uji internal sebelumnya menunjukkan sebagian parameter Bobibos belum memenuhi standar. Artinya, hasil pengujian ini bisa menjadi penentu: lanjut ke pasar atau berhenti di laboratorium.

READ  Langkah Prajurit di Tengah Debu Pasar Rawa, Jalan Rusak Itu Kini Hampir Tuntas

 

Bobibos sendiri dikembangkan dari limbah jerami padi, sebuah inovasi yang berpotensi mengubah sampah pertanian menjadi energi bernilai tinggi.

 

Pemerintah menyambut inovasi ini, namun memberi garis tegas: tak ada kompromi untuk keamanan.

 

Kini pertanyaannya tinggal satu, apakah Bobibos akan menjadi terobosan energi baru, atau sekadar eksperimen yang gagal di meja uji?