Operasi Beras Murah ala Pemprovsu: Kala Negara Turun Tangan Jinakkan Harga Pasar di Medan

Ekonomi, Headline, News132 Dilihat

MEDAN, wasantarapos.com— Di bawah terik matahari Pasar Sukaramai, Senin pagi itu, suasana mendadak riuh. Warga berdesak-desak, bukan demi memburu diskon fesyen, melainkan menggenggam erat karung beras putih bertuliskan “SPHP“.

Di tengah keluhan panjang ihwal harga kebutuhan pokok yang meroket, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memilih turun gunung. Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar—sebuah upaya sistematis meredam amuk inflasi yang belakangan mencekik dompet warga Kota Medan.

​Bau minyak goreng dan deretan karung beras tersusun rapi di lapak GPM pagi itu menjadi pemandangan kontras di tengah hiruk-pikuk pasar. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut tak main-main. Mereka mematok harga di bawah banderol pasar bebas yang kadung melambung.

READ  Mushola Direhab, TMMD 128 Gebang Sasar Ruang Ibadah Warga

​”Kami berharap dengan harga yang relatif murah ini dapat menekan harga beras di pasar yang saat ini sudah mencapai hampir Rp14.000 per kilogram dan minyak goreng mencapai Rp18.000 per liter,” ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan (Ketapang) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Wira O. Lubis, di lokasi kegiatan, Senin (10/08/2026).

​Angka-angka yang ditawarkan memang menggoda iman belanja warga. Beras SPHP dilepas seharga Rp59.000 per 5 kilogram. Sementara untuk kelas yang lebih tinggi, Beras Premium Beraskita dibanderol Rp77.000 per 5 kilogram. Tak ketinggalan, minyak goreng andalan “Minyakita” digelontorkan seharga Rp15.500 per liter—selisih yang cukup berarti bagi dapur-dapur rumah tangga yang tengah megap-megap.

READ  Lima Sumur Bor Rampung Dibangun TMMD di Gebang, Warga Kini Nikmati Air Bersih

​Kehadiran Bulog Medan di lokasi mempertegas bahwa intervensi ini bukan sekadar seremonial belaka. Asisten Manajer Pasar Umum Bulog Medan, Krisman Pakpahan, tampak mengawasi langsung arus distribusi bersama jajaran PNS Distanpang Sumut.

​Meski pasar sempat bergolak akibat lonjakan harga, Wira meminta publik agar tidak gampang tersulut kepanikan. Ia menjamin lumbung pangan di tanah Sumatera Utara, terkhusus Kota Medan, masih dalam koridor aman.

​”Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita masih banyak. Kalau nanti di sini habis, langsung kita drop lagi dari Bulog Medan,” tegas Wira dengan nada meyakinkan.

READ  Wujudkan Keamanan Lingkungan, Pembangunan Pos Kamling TMMD 128 Mendekati Finish

​Pertunjukan intervensi pasar ini tampaknya belum akan usai. Mesin GPM dipastikan terus berputar. Wira membocorkan, panggung operasi pasar berikutnya bakal bergeser ke Pasar Sei Sikambing pada keesokan harinya, Selasa (11/08/2026).

Di sana, komoditas serupa—plus gula pasir Maniskita seharga Rp18.000 per kilogram—siap diserbu kembali oleh warga.

​Kini, di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang merembes hingga ke tingkat pedagang eceran, operasi pasar semacam GPM menjadi benteng pertahanan terakhir.