Barisan Sukarelawan dari Tanah Karo: Menjemput Panggilan Pertahanan di Rindam I/BB

TANAH KARO, wasantarapos.com— Pagi itu, halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0205/Tanah Karo menyimpan cerita tentang sebuah panggilan nurani.

Di antara deretan perwira yang berdiri tegap, sepuluh pemuda asal dataran tinggi Karo bersiap menanggalkan rutinitas sipil mereka. Rabu (5/8/2026) siang, tepat pukul 13.30 WIB, roda kendaraan militer resmi berputar, membawa mereka meninggalkan tanah kelahiran menuju gerbang seleksi lanjutan di Rindam I/BB, Pematang Siantar.

​Mereka bukanlah prajurit organik TNI. Mereka adalah para sukarelawan Komponen Cadangan (Komcad)—warga sipil yang secara sadar memilih mendaftarkan diri untuk berdiri di garda belakang pertahanan negara.

​Buah Kerja Keras di Ruang Publik

​Langkah kesepuluh pemuda ini tidak lahir dalam ruang hampa. Sejak gerbang pendaftaran dibuka pada 16 hingga 28 Juli 2026, jajaran Kodim 0205/Tanah Karo bekerja ekstra keras menyisir ruang-ruang publik. Komandan Kodim (Dandim) 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, menggerakkan pasukannya untuk turun langsung melakukan sosialisasi lintas sektor—menyapa kalangan kampus, instansi pemerintah, aliansi pemuda, hingga merambah ruang digital di media sosial.

Informasi diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat agar dapat menjaring keinginan para calon Komcad dengan maksimal,” ujar Letkol Robert, merefleksikan kerja keras jajarannya dalam merajut kesadaran bela negara di tengah masyarakat.

 

READ  Tentara Itu Tak Hanya Bangun Jalan, Mereka Juga Keliling Kampung Membawa Obat

​Hasilnya, sepuluh pemuda terpilih dari berbagai penjuru Kabupaten Karo berhasil terjaring. Di bawah payung hukum Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSD-N) serta Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021, mereka dipersiapkan untuk memperkuat komponen utama pertahanan tatkala negara memanggil.

​Pesan dari Garis Belakang

​Sebelum melepas keberangkatan kontingen tersebut, Pasiter Kodim 0205/Tanah Karo, Kapten Kav Bergiat Tarigan, yang mewakili sang Dandim bersama para perwira staf, menitipkan pesan-pesan penegas di bawah terik matahari Karo. Seleksi di Rindam I/BB bukanlah arena yang ramah bagi mental yang rapuh; ia menuntut ketahanan fisik, disiplin besi, dan fokus tanpa kompromi.

READ  Dikebut di Hari Kelima, Pos Kamling TMMD 128 Hampir Rampung

​Pesan sang komandan menggema tegas di telinga para peserta: jaga kesehatan, junjung tinggi keselamatan, dan ingatlah kehormatan daerah yang mereka bawa di pundak masing-masing.

Jaga nama baik dan dirimu di sana agar kita semua bisa terangkat, sukses dan selalu ikuti perintah komando, agar kalian semua berhasil,” pesan Dandim mengantar kepergian para calon pembela tanah air itu.

 

READ  Dikejar Waktu dan Terik Matahari, Satgas TMMD di Gebang Kebut 20 Sasaran Pembangunan

​Kini, truk militer telah melesat membawa mereka menuruni bukit barisan menuju Pematang Siantar. Di balik debu jalanan yang tertinggal di Makodim Tanah Karo, tersimpan asa besar: bahwa dari dataran tinggi ini, tunas-tunas bangsa siap bertransformasi menjadi perisai kokoh bagi kedaulatan Merah Putih.