Di Gebang, Personel TMMD 128 Menyusup ke Saf: Membangun Jalan, Menjaga Ikatan

LANGKAT, WasantaraPos.com — Pembangunan sering diukur dari panjang jalan dan tebal cor beton. Di Desa Kelantan Luar, Kecamatan Gebang, ukuran itu terasa kurang. Jumat siang, 1 April 2026, personel Satgas TMMD ke-128 memilih cara lain: masuk ke saf, berdiri sejajar dengan warga di Masjid Taqwa.

Sekitar 100 jamaah memenuhi ruang ibadah. Di antara mereka, prajurit Kodim 0203/Langkat. Tanpa seremoni, tanpa jarak. Loreng menyatu dengan sarung dan peci. Sunyi yang khusyuk, tapi menyimpan pesan yang terang: kedekatan tak dibangun dari proyek, melainkan dari kehadiran.

READ  Di Hadapan Buruh, Prabowo Subianto Klaim Kemenangan Berkat Dukungan Pekerja

Khutbah Jumat siang itu menyinggung hal yang kerap luput dari laporan pembangunan, iman yang goyah di tengah zaman yang riuh. Modernitas datang membawa kemudahan, tapi juga kegamangan. Di titik itu, pembangunan fisik saja tak cukup.

Satgas TMMD tampaknya membaca celah itu. Mereka tak hanya mengejar target infrastruktur, tapi juga merawat ruang sosial dan spiritual. Pendekatan yang jarang disorot, namun justru menentukan: apakah pembangunan benar-benar berakar, atau sekadar lewat.

READ  Medan, Di Bawah Bayang-Bayang Kegagalan Infrastruktur Listrik

“Tidak cukup hadir saat kerja. Kami harus hadir dalam kehidupan masyarakat,” kata seorang anggota Satgas singkat.

Di Gebang, TMMD 128 memang dikebut. Jalan diperlebar, akses dibuka, drainase diperkuat. Tapi di sela itu, ada kerja sunyi yang tak masuk hitungan volume proyek: membangun kepercayaan.

Sholat Jumat itu mungkin sederhana. Tanpa pita peresmian, tanpa papan proyek. Namun justru di situ letak maknanya. Ketika prajurit dan warga berdiri dalam satu saf, arah mereka sama dan untuk sesaat, jarak antara negara dan rakyat terasa hilang.

READ  Ketua Poktan di Gebang Ini Akhirnya Rasakan Jalan Layak Setelah 41 Tahun Menunggu

Di desa ini, pembangunan tak lagi sekadar soal apa yang dibangun. Tapi juga tentang siapa yang ikut berdiri di dalamnya.