LANGKAT, WasantaraPos.com — Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, mendadak jadi “medan tempur” pembangunan. Memasuki hari keenam, Senin, 27 April 2026, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat tancap gas—menggenjot pembangunan MCK sekaligus membedah rumah warga tak layak huni (RTLH) dalam waktu bersamaan.
Sejak pagi, deru aktivitas tak berhenti. Personel TNI dan warga bahu-membahu: material diangkut, lahan dibersihkan, pondasi ditanam. Pembangunan MCK dikejar dari titik paling dasar—pondasi—yang menjadi penentu kekuatan fasilitas sanitasi itu ke depan.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Letkol Inf Medwin Sangkakala melalui Pasiter Kapten Inf Supriadi menegaskan, percepatan ini bukan tanpa alasan.
“Kami kebut agar fasilitas ini segera dipakai masyarakat. Sanitasi yang layak itu mendesak,” ujarnya.
Namun bukan hanya MCK yang digenjot. Di sisi lain desa, program rehab rumah tidak layak huni bergerak cepat. Dari lima unit yang ditargetkan, empat rumah warga sudah disentuh pembangunan, bahkan progresnya menembus lebih dari 50 persen. Satu unit lainnya segera menyusul.
“Empat rumah sudah kami kerjakan, progresnya di atas 50 persen. Kami optimistis semuanya selesai tepat waktu,” kata Supriadi.
Bagi warga, ini bukan sekadar proyek. Ini perubahan nyata. Rumah-rumah yang sebelumnya rapuh kini mulai berdiri lebih kokoh. Dinding diperbaiki, atap diganti, struktur diperkuat—mengubah hunian tak layak menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan manusiawi.
Yang membuat gerak ini makin cepat: gotong royong. Warga turun langsung ke lapangan, bekerja berdampingan dengan TNI. Energi kolektif ini jadi bahan bakar utama percepatan pembangunan.
Di balik gebrakan fisik itu, Satgas juga menjalankan “serangan senyap”: edukasi. Warga diajak memahami pentingnya hidup bersih dan sehat, serta cara memanfaatkan fasilitas sanitasi dengan benar.
TMMD ke-128 di Langkat bukan sekadar program rutin. Di Desa Pasar Rawa, ini menjelma jadi gerakan masif, membenahi sanitasi, memperbaiki rumah, dan perlahan mengangkat kualitas hidup warga. Dalam hitungan hari, wajah desa mulai berubah.






