LANGKAT, WasantaraPos.com — Tak ada waktu terbuang di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang. Palu dihantam cepat, papan dipasang rapat, dan atap lama satu per satu ditanggalkan. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tak berjalan biasa—ia dikebut.
Dari lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang menjadi target, empat sudah masuk tahap pengerjaan serius. Bukan sekadar disentuh, progresnya bahkan sudah menembus di atas 50 persen.
“Empat rumah sudah kita kerjakan, progresnya rata-rata di atas 50 persen,” kata Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Infanteri Supriadi.
Di lapangan, perubahan terasa kontras. Rumah yang sebelumnya nyaris roboh kini mulai berdiri tegak. Dinding reyot berganti kokoh. Atap bocor disingkirkan, diganti yang lebih layak. Ini bukan renovasi biasa, ini perombakan total.
Satgas TMMD bersama warga bekerja seperti berpacu dengan waktu. Siang-malam, tenaga digelontorkan tanpa kompromi. Targetnya jelas: rampung tepat waktu, tanpa alasan.
“Kami genjot terus. Tidak boleh kendor,” ujar Supriadi.
Program rehab RTLH ini bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi jawaban atas kebutuhan dasar warga: tempat tinggal yang aman dan manusiawi. Bagi penerima manfaat, ini bukan hanya rumah, ini perubahan hidup.
Masih tersisa satu unit yang belum tersentuh. Tapi melihat ritme kerja yang nyaris tanpa jeda, menunggu bukan berarti lama.
Di Gebang, TMMD tak sekadar membangun rumah. Ia meruntuhkan batas antara janji dan bukti.
Sumber : Pendim Langkat
Editor : Edi Sukarno












