Geothermal Jadi Andalan, TMMD 128 Kodim 0203/Langkat Garap 5 Sumur Bor di Pasar Rawa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Upaya menghadirkan akses air bersih di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, tak lagi sekadar rencana. Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat mulai mengeksekusi pembangunan lima titik sumur bor—dengan pendekatan yang lebih terukur.

Bukan sekadar menggali, tim lebih dulu “mengintip” isi perut bumi. Teknologi geolistrik digunakan untuk memetakan potensi air bawah tanah, memastikan setiap titik pengeboran tak meleset.

READ  Ketika Rakyat dan TNI Bersatu, Mustahil Jadi Mungkin

Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Infanteri Supriadi, mengatakan langkah ini diambil untuk menghindari kegagalan pengeboran yang kerap terjadi jika hanya mengandalkan perkiraan.

“Dengan metode geolistrik, lapisan tanah dan kandungan air bisa terdeteksi. Jadi titik pengeboran benar-benar tepat sasaran,” ujar Supriadi, Senin, 26 April 2026.

Dari hasil survei, lima titik dinyatakan layak dan siap dibor. Penentuan lokasi dilakukan secara cermat demi menjamin debit air yang cukup dan berkelanjutan.

READ  Di Balik Pintu Kayu Pasar Rawa: Saat Stetoskop Bicara di Tangan Serdadu

Program ini merupakan bagian dari inisiatif “TNI AD Manunggal Air”, yang menargetkan wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses air bersih. Di Pasar Rawa, kebutuhan itu mendesak—terutama saat musim kemarau, ketika sebagian warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Sumur bor yang dibangun diharapkan mampu menopang kebutuhan dasar warga, mulai dari minum, memasak, hingga mandi dan mencuci.

READ  Pangdam I/BB: Yonif TP 907/DS Hadirkan Sinergi Pertahanan dan Pembangunan di Langkat

Di lapangan, pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu, menciptakan pemandangan yang tak sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga relasi sosial.

Program TMMD kali ini kembali menegaskan pola lama yang terus dipertahankan: pembangunan berbasis kolaborasi.

Di tengah keterbatasan desa, sumur-sumur bor itu menjadi simbol, bahwa akses air bersih bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan yang mulai dijawab.