Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Pangdam I/BB: Negara Hadir Mengatasi Kesulitan Rakyat

MEDAN, wasantarapos.com— Tepuk tangan warga pecah ketika pita peresmian Jembatan Perintis Garuda dipotong pada Selasa, 28 Juli 2026. Di balik seremoni itu, tersimpan kisah panjang tentang akses yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan bagi masyarakat di kawasan Jalan Adi Sucipto Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia.

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Medan Maimun, dan Medan Johor itu diresmikan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Pembangunan infrastruktur tersebut disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, Rico menilai kehadiran Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

READ  Reshuffle Kabinet Kelima Prabowo-Gibran: Rotasi Tak Kunjung Usai di Lingkar Kekuasaan

“Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya menyampaikan apresiasi kepada Kodam I/Bukit Barisan dan Kodim 0201/Medan atas dedikasinya menghadirkan jembatan ini. Infrastruktur ini mencerminkan semangat pengabdian TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat melalui karya yang memberi manfaat nyata,” ujar Rico.

Menurutnya, setiap pembangunan memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terbukanya akses baru, mobilitas warga diperkirakan menjadi lebih mudah, distribusi barang lebih cepat, aktivitas ekonomi lebih efisien, serta membuka peluang tumbuhnya usaha masyarakat di kawasan sekitar.

Rico juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada proses peresmian. Ia meminta masyarakat ikut menjaga jembatan sebagai aset bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

READ  Pekan Kedua Ramadhan, Harga Sembako Masih Tinggi; Pemko Medan Gelar Pasar Murah

“Keberhasilan pembangunan lahir dari gotong royong. Pemerintah, TNI, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi. Karena itu, jembatan ini harus dijaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Sebelum jembatan berdiri, kata dia, anak-anak sekolah harus menyeberang menggunakan jalur pipa gas yang berisiko.

“Sekarang masyarakat, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah, dapat melintas dengan aman. Kehadiran TNI AD adalah untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat. Inilah wujud negara hadir untuk masyarakat,” ujar Hendy.

Ia menyebutkan, hingga kini Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 323 unit jembatan di wilayah kerjanya. Seluruhnya telah dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung antardaerah.

READ  Ketua Poktan di Gebang Ini 41 Tahun Bergulat dengan Jalan Rusak, Perubahan Datang Saat Tentara Turun

Pangdam juga meminta warga tidak ragu melaporkan apabila di kemudian hari terjadi kerusakan pada jembatan tersebut agar dapat segera dilakukan perbaikan.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat oleh Pangdam I/Bukit Barisan.

Acara itu turut dihadiri Kasdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, Irdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka, Kazidam I/Bukit Barisan Kolonel Czi Titan Djatmiko, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delly Yudha Adi Nurcahyo, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Medan, Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam, jajaran Kodim 0201/Medan, para camat dan lurah se-Kota Medan, pelajar sekolah dasar, serta ratusan warga yang memadati lokasi peresmian.