Loreng yang Mengalirkan Kehidupan di Saombo

Headline, Kodam I/BB149 Dilihat

GUNUNGSITOLI, WasantaraPos.com — Di tanah kering Lingkungan I, Kelurahan Saombo, air bukan lagi sekadar komoditas yang mesti dibeli atau dicari dengan lelah. Senin (8/6/2026), keran-keran mulai mengucur, membawa kehidupan yang telah lama dinanti.

Sumur bor bantuan Presiden Prabowo Subianto itu bukan sekadar pipa dan mesin pompa; ia adalah jawaban atas kegelisahan panjang warga akan akses air bersih yang layak.

READ  Dekan Baru, Agenda Lama: Ujian “Ultimate Excellence” di FK USU

​Di balik rampungnya fasilitas ini, ada jejak keringat para prajurit Kodim 0213/Nias. Tidak ada seragam yang bersih dari debu dan percikan lumpur di lokasi. Mereka turun tangan—dari tahap survei hingga pengeboran—bahu-membahu dengan warga.

Loreng-loreng itu, yang biasanya identik dengan ketegasan instruksi, kali ini melebur dalam irama gotong royong yang membumi.

​Bagi warga Saombo, kehadiran sumur bor ini adalah bentuk “kehadiran negara” yang paling jujur. Tanpa retorika, tanpa birokrasi yang berbelit, air kini mengalir langsung ke rumah-rumah.

Ini adalah bentuk nyata kepedulian, Tentara Rakyat,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy.

Baginya, tugas tentara bukan hanya tentang pertahanan di garis depan, tapi juga memastikan rakyat di pelosok tidak kehausan di tanah mereka sendiri.

READ  Ketika Tentara dan Polisi “Masuk Kelas” di Pasar Rawa

​Kini, mesin-mesin itu telah berhenti menderu, digantikan suara riang warga yang menikmati beningnya air.

Di Saombo, kolaborasi antara loreng dan rakyat ini menciptakan monumen kecil namun berdampak besar: bahwa ketika kebutuhan dasar rakyat dipenuhi, jarak antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi kian samar.

Sumur itu kini menjadi saksi, bahwa di bawah komando yang tepat, seragam loreng bisa menjadi pembawa kehidupan yang paling berarti.