Palet Biru dan Bau Asin: Merawat Kampung Nelayan dari Belawan

Headline, Kodaeral, TNIAL33 Dilihat

BELAWAN, wasantarapos.com— Kuas-kuas cat para prajurit itu bergerak lincah di atas dinding papan yang selama ini akrab dengan terpaan angin asin laut. Jumat pagi (7/8/2026), suasana Kampung Nelayan Seberang, Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Deretan rumah panggung yang tadinya kusam kini perlahan disiram warna-warna cerah.

​Bukan sekadar proyek mempercantik kawasan, bau cat tembok dan riuh gelak tawa melebur dalam balutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I). Sebanyak 45 prajurit TNI AL turun langsung ke permukiman, membaur bersama warga dalam semangat gotong royong yang mulai jarang ditemui di ruang-ruang urban.

Setiap sapuan kuas ini bukan sekadar urusan estetika. Ini adalah cara kami merajut kembali kedekatan batin antara prajurit dan rakyat di wilayah pesisir,” ujar Asisten Potensi Maritim (Aster) Dankodaeral I di sela-sela apel pagi.

 

READ  Dapur yang Mendadak Sibuk: Rezeki Nomplok di Balik TMMD 128

​Sasaran 120 Rumah

​Pesisir Medan Belawan selama ini menyimpan dinamika sosial yang kompleks—dari denyut ekonomi pelabuhan hingga tantangan infrastruktur yang kerap luput dari perhatian. Di sinilah Kodaeral I mencoba mengambil peran kultural.

​Pada tahap awal aksi pengecatan ini, targetnya tidak main-main: 120 unit rumah warga disasar untuk diberi sentuhan warna baru. Di hari pertama, puluhan prajurit bersama warga tancap gas merampungkan 40 rumah.

READ  Disuntik Harapan di Tengah Desa: Satgas Kes TMMD 128 Bikin Warga Pasar Rawa Bangkit dari Sakit

​Bagi warga setempat, kehadiran seragam loreng di tengah perkampungan nelayan memberikan warna tersendiri. Hubungan antara militer dan warga pesisir diterjemahkan secara konkret: bukan hanya menjaga kedaulatan dari ancaman luar lewat patroli laut, tetapi juga merawat hal-hal kecil di beranda rumah warga.

​Merawat Maritim dari Akar Rumput

​Usia satu tahun bagi sebuah komando daerah tentu masih seumur jagung. Namun, Kodaeral I memilih menandai tonggak sejarah lembaganya bukan dengan seremoni kaku di dalam gedung, melainkan dengan membumi di lumpur dan bau asin air laut Belawan.

READ  Mahasiswa Tewas Dikeroyok 3 Pria, Hanya Garagara Tidur di Masjid Sibolga

​Ketika matahari kian meninggi di atas Selat Malaka, Kampung Nelayan Seberang perlahan bertransformasi. Dari kejauhan, warna-warni baru di dinding rumah panggung itu memantulkan secercah optimisme: bahwa pembangunan sosial di kawasan pesisir tidak melulu soal beton dan semen, butuh kebersamaan dan tentu saja, sedikit sentuhan warna, untuk membuatnya benar-benar hidup.