Tangki BBM Jadi Perut Sabu, 22 Kg Digagalkan di Medan

Headline, Hukum, News147 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com — Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar penyelundupan sabu lintas negara seberat 22 kilogram. Barang haram itu disembunyikan rapi di dalam tangki bahan bakar sebuah mobil, dimodifikasi bak “perut” penyimpanan narkoba.

Seorang kurir berinisial M, warga Lhokseumawe, ditangkap di area parkir pusat perbelanjaan di Kota Medan, Minggu, 26 April.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mengikuti pergerakan tersangka yang dinilai mencurigakan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi, mengatakan sabu tersebut berasal dari Malaysia dan masuk melalui Aceh. Rencananya, barang itu akan dikirim ke Tangerang.

READ  Di Gebang, Personel TMMD 128 Menyusup ke Saf: Membangun Jalan, Menjaga Ikatan

“Tersangka berperan sebagai kurir lintas provinsi. Ini bagian dari jaringan internasional,” ujar Andy, Rabu, 29 April.

Modus yang digunakan tergolong rapi. Tangki BBM mobil double cabin diubah menjadi tiga kompartemen tersembunyi.

Dua ruang dipakai untuk menyimpan sabu, sementara satu ruang tetap berfungsi sebagai tangki bahan bakar agar kendaraan terlihat normal di jalan.

Namun rekayasa itu justru menyisakan jejak.

Kapasitas BBM yang berkurang memaksa tersangka berulang kali mengisi bahan bakar sepanjang perjalanan dari Aceh ke Medan, pola yang akhirnya terendus aparat.

READ  PTPN IV Regional 2 Lepas 79 Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

Dari pemeriksaan awal, M mengaku sudah empat kali mengantar sabu dengan cara serupa.

Untuk menghindari kecurigaan, ia menggunakan area parkir mal sebagai titik transit, menyamarkan aktivitasnya di tengah keramaian sambil menunggu instruksi jaringan di atasnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyatakan polisi masih mengembangkan kasus ini untuk memburu pelaku lain yang telah masuk daftar pencarian orang.

“Jaringannya belum putus. Masih kami kejar,” katanya.

Kasus ini menegaskan satu hal: jalur penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Aceh masih aktif dan terus beradaptasi dengan berbagai modus penyamaran.

READ  Tak Kenal Libur, Bedah Rumah TMMD Digeber: Dari Reyot ke Layak dalam Hitungan Hari

Polisi kini berpacu membongkar rantai yang lebih besar di balik 22 kilogram sabu yang berhasil digagalkan itu.