TMMD sebagai Implementasi OMSP dalam Percepatan Pembangunan Desa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0203/Langkat menjadi wujud nyata pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dalam ketentuan tersebut, selain menjalankan tugas pokok pertahanan negara, TNI juga memiliki peran membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

Implementasi itu terlihat dalam kegiatan TMMD yang berlangsung di Desa Pasar Rawa dan Desa Kelantan Luar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Melalui program ini, Prajurit Kodim 0203/Langkat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan yang dilakukan secara gotong royong bersama TNI, Polri, dan instansi terkait.

READ  MCK dan Sumur Bor Dikebut di Pasar Rawa, TMMD Sasar Akar Masalah Sanitasi

Kehadiran TNI di lapangan tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap kesulitan masyarakat.

Peran tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata.

Wilayah pesisir yang sebelumnya menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti akses jalan dan ketersediaan air bersih, kini mulai mendapatkan perhatian melalui berbagai program pembangunan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan dalam TMMD ke-128 antara lain pelebaran dan pengerasan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter yang menghubungkan beberapa dusun di Desa Pasar Rawa, normalisasi parit sepanjang 1.500 meter, serta pembangunan jembatan berukuran 6 meter x 4 meter.

READ  Dekan Baru, Agenda Lama: Ujian “Ultimate Excellence” di FK USU

Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan rumah tidak layak huni bagi lima keluarga, pembuatan sumur bor di beberapa titik, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), pos keamanan lingkungan, serta gorong-gorong dan plat deker sebagai penunjang infrastruktur dasar.

Di luar pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, hukum dan keamanan, bahaya narkoba, kesehatan, serta penguatan sektor perikanan dan peternakan.

Program tambahan unggulan Kepala Staf Angkatan Darat turut dilaksanakan, antara lain pengembangan ketahanan pangan dan pemberian paket makanan tambahan bagi anak berisiko stunting.

Desa Pasar Rawa sendiri merupakan wilayah pesisir yang memiliki perjalanan panjang dalam pengelolaan lingkungan. Pada awal 2000-an, kawasan ini sempat mengalami kerusakan mangrove akibat aktivitas perambahan.

READ  Tangki BBM Jadi Perut Sabu, 22 Kg Digagalkan di Medan

Namun, melalui inisiatif masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Penghijauan Maju Bersama, kawasan tersebut berangsur pulih dan kini menjadi bagian dari upaya konservasi sekaligus sumber penghidupan warga.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 12.000 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui pelaksanaan OMSP dalam program TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya merata, tetapi juga berkelanjutan, guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan menyiapkan fondasi bagi generasi mendatang.