Sofyan Tan: Merawat Pendidikan di Tengah Riuhnya Politik

DPR RI, Headline, Medan207 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com – Di tengah gemerlap kawasan bisnis CBD Polonia, Medan, Senin, 1 Juni 2026, dr. Sofyan Tan berdiri dengan tenang.

Di hadapan ribuan warga yang memadati peresmian Rumah Aspirasi miliknya, ia tak terlihat seperti politikus yang sedang memamerkan kekuasaan. Baginya, rumah yang baru diresmikan ini adalah “kantor lapangan” untuk mengurus satu isu yang ia pegang teguh selama puluhan tahun: pendidikan bagi si miskin.

​Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, dalam kesempatan itu, memberikan pengakuan terbuka atas dedikasi Sofyan.

Di mata Rapidin, Sofyan Tan adalah pengecualian. Di saat banyak politikus terjebak dalam pragmatisme, pria ini justru konsisten memilih jalur pendidikan sebagai jalan perjuangannya.

READ  Ijeck Soroti Kinerja PU Yang Belum Maksimal, Desak Pemda hingga BUMN Turun Tangan Atasi Banjir Rob Belawan

​”Rumah ini adalah simbol pengabdian nyata. Apa yang dilakukan Sofyan Tan adalah bukti bahwa PDI Perjuangan menaruh pendidikan sebagai prioritas di atas segalanya,” ujar Rapidin.

​Bagi warga Medan, nama Sofyan Tan memang tidak bisa dipisahkan dari akses sekolah bagi keluarga prasejahtera.

Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia sudah membangun reputasi sebagai sosok yang “mengadopsi” ribuan anak putus sekolah.

Di Rumah Aspirasi ini, ia kini punya titik temu yang lebih permanen. Bukan sekadar menerima keluhan, rumah ini dirancang untuk memangkas birokrasi—tempat di mana seorang ibu bisa datang untuk menanyakan beasiswa, atau seorang ayah bisa meminta bantuan agar anaknya tetap bisa duduk di bangku sekolah.

READ  Satpol PP dan MAI Medan Bersinergi, Fokus Awasi Pelanggaran Perda dan Pemberdayaan UMKM

​Sofyan Tan menyadari bahwa politik sering kali berjarak dari kebutuhan mendasar manusia. Karena itu, ia memilih untuk membangun“jembatan”.

Baginya, Pancasila bukan sekadar narasi besar di atas podium; bagi Sofyan, sila kelima—Keadilan Sosial—adalah saat seorang anak dari keluarga tidak mampu bisa mendapatkan ijazah dan mengubah nasib keluarganya.

​”Partai ini membesarkan saya, dan rakyat adalah napas saya,” ujar Sofyan singkat di sela-sela acara.

​Di bawah naungan Rumah Aspirasi ini, Sofyan Tan seolah ingin menunjukkan bahwa politik masih bisa punya “hati“. Di tengah arus politik yang semakin transaksional, ia tetap bertahan pada narasi yang mungkin terdengar kuno bagi sebagian orang: bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk memerdekakan rakyat dari rantai kemiskinan.

READ  MAI Medan dan Diskop UKM Bersinergi Perkuat Zonasi Pedagang Kaki Lima

​Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan dari seorang Sofyan Tan bahwa selama ia masih berada di kursi parlemen, rumah ini akan tetap terbuka—sebuah ruang di mana idealisme Bung Karno tentang “mencerdaskan kehidupan bangsa” dipraktikkan dengan cara yang paling sederhana: membantu satu anak, satu keluarga, dan satu masa depan pada satu waktu.