​Akses Baru di Ujung Badiri: Langkah Nyata Mayjen Hendy Mengawal Instruksi KASAD

​TAPANULI TENGAH, WasantaraPos.com — Desa Lubuk Ampolu di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Senin (8/6/2026), menjadi saksi bagaimana sebuah instruksi dari pusat diterjemahkan menjadi aksi konkret di lapangan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Modular Type 21, sebuah proyek strategis yang keberhasilannya tak lepas dari tangan dingin Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa.

​Bagi Mayjen Hendy, peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah garis finis dari serangkaian kerja keras jajaran Kodam I/BB dalam mengawal perintah Presiden Prabowo untuk membenahi infrastruktur rakyat.

Di balik struktur baja modular yang kini berdiri kokoh, terdapat manajemen logistik yang menantang. Mayjen Hendy harus memastikan rantai pasok material dari Belawan, Medan, tidak terputus di tengah medan yang sulit menuju Badiri.

READ  Sentuhan TMMD di Hari Ketiga: Lima Rumah Warga Langkat Berubah Lebih Layak

​”Tugas kami di daerah adalah memastikan arahan pimpinan pusat, dalam hal ini Bapak KASAD, dapat terwujud secara efektif dan tepat sasaran,” ujar perwira tinggi bintang dua tersebut saat mendampingi Jenderal Maruli meninjau lokasi.

​Sinergi di Garis Depan

​Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan apresiasi khusus atas kinerja lapangan yang dilakukan jajaran Kodam I/BB. Ia mengakui bahwa pembangunan jembatan modular merupakan solusi taktis yang paling masuk akal untuk wilayah seperti Tapanuli Tengah. Namun, eksekusinya memerlukan komando yang kuat agar tidak memakan waktu lama.

​Mayjen Hendy sendiri terlihat sangat detail dalam mengawal proyek ini. Ia memastikan bahwa kehadiran jembatan ini mampu menjawab keluhan warga, mulai dari kelancaran distribusi hasil pertanian hingga akses pendidikan anak-anak desa.

READ  20 Proyek Digeber Sekaligus, Satgas TMMD 128 Gebrak Desa Pasar Rawa

Dalam paparannya kepada KASAD, Mayjen Hendy menegaskan bahwa jembatan ini hanyalah awal; ia telah menyusun peta jalan pembangunan dan rehabilitasi jembatan serupa di titik-titik lain di Tapanuli Tengah yang membutuhkan sentuhan cepat.

​Keberlanjutan di Tangan Warga

​Usai prosesi tepung tawar oleh tokoh adat setempat, Jenderal Maruli dan Mayjen Hendy membaur bersama masyarakat. Keakraban tersebut mencerminkan kedekatan antara TNI dan rakyat, sebuah filosofi yang selalu ditekankan oleh Pangdam I/BB dalam setiap penugasan teritorialnya.

READ  Dari Jalan Tanah ke Akses Utama: TMMD 128 Ubah Wajah Pasar Rawa

​KASAD menekankan bahwa peran TNI AD tidak berakhir saat pita diresmikan. Pesan yang ia titipkan kepada masyarakat untuk merawat jembatan tersebut, sejatinya menjadi tanggung jawab moral bagi Mayjen Hendy dan jajaran Korem 023/KS untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan.

​Di bawah langit Badiri, jembatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara komando pusat dan pengawalan taktis di daerah dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Bagi penduduk Lubuk Ampolu, langkah nyata Mayjen Hendy dalam mengawal instruksi KASAD kini telah membuka akses yang sebelumnya terputus, sekaligus membuka harapan bagi roda ekonomi yang lebih kencang di ujung Tapanuli Tengah.