Aktifkan Perisai Langit Sumatera Utara

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa menyidak Markas Resimen Arhanud 2/Sisingamangaraja. Menyoroti profesionalisme benteng udara di tengah dinamika geopolitik yang kian dinamis.

DELI SERDANG, WasantaraPos.com – Deru angin di Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Senin pagi, 18 Mei 2026, tak menyurutkan langkah barisan prajurit Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 2/Sisingamangaraja. Hari itu, markas mereka kedatangan tamu penting: Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa.

Lawatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah hajat penting untuk menakar urat nadi kesiapan pangkalan yang menjadi perisai langit Sumatera Utara.

​Begitu menginjakkan kaki di kesatrian, Mayjen Hendy langsung disambut oleh Komandan Menarhanud 2/SSM, Letnan Kolonel Arh Patrick Arya Bima.

Setelah menerima laporan komando dan penghormatan jajar kesatriaan—sebuah tradisi ketat korps hijau laras panjang—sang jenderal langsung bergerak menuju inti kunjungan: mengevaluasi kesiapan tempur anak buahnya.

READ  Misi Kemanusiaan di Sibolga: TNI Matangkan Rencana Pacific Partnership 2026 di Oregon

Usai prosesi penyambutan yang khidmat, Hendy bersama rombongan menyempatkan diri berfoto bersama di depan Markas Komando (Mako) Resimen Arhanud 2/SSM yang ikonik.

​Di hadapan ratusan prajurit, Hendy melempar pesan yang lugas namun sarat beban tanggung jawab. Di era modern, di mana ancaman nir-awak dan teknologi udara berkembang cepat, korps Arhanud tak lagi bisa bekerja dengan cara-cara usang.

​”Prajurit Arhanud harus mampu menjadi prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi dinamika situasi terkini,” ujar Hendy, tegas.

​Bagi jenderal berbintang dua ini, Arhanud adalah elemen vital yang tak boleh rapuh dalam sistem pertahanan udara nasional. Ia menyelipkan empat wejangan saban memberi arahan: disiplin baja, loyalitas tegak lurus, profesionalisme alutsista, dan soliditas internal antar-sesama prajurit guna mewujudkan satuan yang tangguh.

READ  Wajah Baru di Desa Pasar Rawa Gebang

​Namun, Hendy bukan tipe pimpinan yang sekadar puas mendengar laporan di balik meja. Usai membakar semangat pasukannya, ia langsung turun ke lapangan, menyusuri selasar perkantoran hingga barak fasilitas satuan.

Saban sudut dicek dengan teliti—mulai dari kebersihan pangkalan hingga kelayakan operasional. Bagi jenderal asal Bukit Barisan ini, kesiapan bertempur sebuah satuan tecermin dari bagaimana mereka merawat markasnya sendiri untuk mendukung optimalisasi tugas.

​Sebelum menyudahi lawatannya, sebuah seremoni hijau digelar. Hendy menanam sebatang pohon di area markas, sebuah simbol bahwa regenerasi dan kekuatan satuan harus terus tumbuh membumi. Ia juga menorehkan beberapa bait pesan di buku kesan-pesan, sebuah pengingat tertulis agar komitmen hari itu tak menguap begitu saja.

READ  Pengisian BBM Di SPBU Medan Masih Mengular

​Dalam inspeksi yang dikemas dalam kunjungan kerja ini, Hendy didampingi oleh lingkaran utamanya di Kodam, mulai dari Asisten Intelijen (Asintel), Asisten Operasi (Asops), hingga Asisten Logistik (Aslog) Kasdam I/BB.

Kehadiran para asisten ini memberi sinyal kuat: Kodam I/Bukit Barisan sedang serius berbenah, memastikan tak ada celah sekecil apa pun di langit barat Indonesia.

Sumber : Pendam I/BB

Editor    : Edi Sukarno