​Catatan dari Tanah Karo: Pesan Keras Pangdam Bukit Barisan di Balik Ulos Kehormatan

BERASTAGI, wasantarapos.com— Suasana di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0205/Tanah Karo, Kamis siang, 9 Juli 2026, tampak lebih sibuk dari biasanya. Jalan Jamin Ginting yang membelah sejuknya udara Berastagi menjadi saksi kehadiran Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa.

​Bukan sekadar kunjungan rutin. Kehadiran orang nomor satu di Kodam I/BB itu menjadi sinyal penguatan “benteng” internal di tengah tuntutan profesionalisme prajurit yang kian dinamis.

​Begitu menginjakkan kaki di Makodim, seremonial adat menyambut. Selembar kain ulos dikalungkan ke leher sang Pangdam—sebuah simbol penghormatan tertinggi dari tanah Karo.

READ  Demi Pelajar, Loreng Melawan Maut: Menjinakkan Amukan Sungai di Pelosok Nias

Komandan Kodim 0205/Tanah Karo, Letnan Kolonel Infanteri Robert Panjaitan, berdiri tegak menyambut, diikuti derap langkah regu jaga yang memberikan penghormatan kaku namun presisi.

​Di dalam aula, suasana mencair namun tetap sarat penekanan. Mayjen Hendy tak banyak berbasa-basi. Di hadapan prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kodim, ia menggarisbawahi satu musuh laten yang tak boleh didekati: “narkoba”.

​”Narkoba adalah penghancur masa depan. Sekali tersentuh, hancur karier, hancur keluarga, dan tentu saja mencoreng institusi,” ujar Hendy dengan nada tegas.

READ  Deru Bomag Penantang Amblas Desa Pasar Rawa

Bagi dia, profesionalisme prajurit bukan hanya diukur dari kemahiran menembak atau taktik di lapangan, melainkan juga dari integritas moral yang kokoh.

​Dalam narasinya, ia menekankan bahwa kekuatan fisik prajurit hanyalah cangkang. Inti dari pengabdian, menurut mantan petinggi militer ini, adalah fondasi spiritual. Ia meminta setiap prajurit memperbanyak doa sebagai “amunisi” batin dalam menghadapi tantangan tugas yang kian kompleks.

​Usai memberikan arahan, sang jenderal menyempatkan diri “blusukan” ke sejumlah sudut markas. Ia memeriksa Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)  program yang kini menjadi sorotan nasional hingga meninjau lahan perkebunan produktif yang dikelola satuan. Baginya, prajurit harus mampu menunjukkan kemandirian dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

READ  Belasan Tahun Menanti Air Bersih, TMMD Hadir dan Bor Harapan di Pasar Rawa

​Sebelum meninggalkan markas, Hendy menyempatkan diri menorehkan pesan di atas kertas. Sebuah catatan motivasi yang ia tinggalkan sebagai pengingat bagi personel di Tanah Karo.

Dengan didampingi Kasdam dan Asops Kasdam, iring-iringan kendaraan sang Pangdam pun meluncur meninggalkan Berastagi, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya disiplin dan keteguhan di balik seragam loreng.