Di Balik Seragam dan Pangan: Misi Wakasad di Percut Sei Tuan

DELI SERDANG, WasantaraPos.com – Sinar matahari Jumat siang, 19 Juni 2026, menyengat kawasan Pantai Labu, Deli Serdang. Namun, suasana di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) TP 852/Abhinaya Bala Yudha (ABY) tampak jauh lebih dingin dan tertib.

Barisan prajurit berdiri tegak, menyambut kedatangan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. 

​Di sampingnya, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, tampak mendampingi dengan raut muka serius. Sejak turun dari kendaraan, protokol militer berjalan presisi.

Danyonif TP 852/ABY, Letkol Inf Eko Damuna, segera melaporkan situasi satuan. Seremoni singkat, foto bersama dan penanaman pohon menjadi pembuka lawatan jenderal bintang tiga yang karib disapa Saleh Mustafa itu.

READ  Misi Lapangan Jenderal Maruli: Air Bersih dan Urat Nadi di Tanah Tapanuli

​Bagi mantan Pangkostrad ini, kunjungan ke basis TNI bukan sekadar ritual seremonial. Di ruang pengarahan, suaranya menggelegar, mengingatkan kembali akar dari seragam yang mereka kenakan.

​”Disiplin, loyalitas, dan profesionalitas bukan sekadar slogan di atas kertas,” ujar Saleh di hadapan para prajurit.

Baginya, di tengah dinamika ancaman negara yang kian kompleks, fondasi itulah yang membedakan prajurit TNI dengan kelompok lainnya.

Wakasad menekankan, keberhasilan satuan tak melulu soal canggihnya alutsista atau teknis tempur, melainkan terletak pada soliditas dan tanggung jawab kolektif.

​Namun, bukan hanya soal taktik perang yang ia periksa. Di luar barak, Saleh justru lebih tertarik meninjau “medan tempur” baru yang sedang dibangun oleh prajurit di Deli Serdang ini: sektor ketahanan pangan.

READ  Target Selesai TMMD Langkat: Lima Unit RTLH Pasar Rawa Rampung Total Per 18 Mei

​Di kompleks satuan, greenhouse berdiri rapi, kontras dengan citra militer yang biasanya identik dengan beton dan besi. Mereka mengelola peternakan ayam petelur dan budidaya ikan patin secara mandiri.

Saat berada di area kolam, Saleh dan Hendy tampak melepas 1.200 bibit ikan patin ke air. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen militer dalam menjamin ketersediaan pangan nasional, sebuah narasi kemandirian yang kini digalakkan TNI AD dari level satuan terkecil.

​Pengelolaan terpadu ini bukan sekadar pengisi waktu luang prajurit. Ada ambisi yang lebih besar: menjadikan Yonif TP 852/ABY sebagai model pembinaan yang berdaya guna, tak hanya bagi operasional militer, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah binaan.

READ  Dinas PUTR Langkat Cek Proyek TMMD 128: Jembatan Diuji, Kualitas Dipastikan

​Hari itu, kunjungan diakhiri dengan goresan tinta di atas buku tamu, sebuah kesan dan pesan yang ditinggalkan Wakasad untuk satuan tersebut.

Sebelum meninggalkan markas, cinderamata berpindah tangan, menjadi penanda bahwa di balik ketegasan instruksi, ada perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan prajurit di garda terdepan.

​Kunjungan singkat itu selesai. Namun, deretan ayam petelur di kandang dan bibit ikan yang baru ditebar di kolam menjadi saksi bisu upaya TNI untuk tetap relevan: menjaga kedaulatan, sekaligus menyokong meja makan rakyat.