Di Ujung Renovasi, Senyum Itu Akhirnya Datang: Lima Rumah Reyot Disulap, Hidup Ikut Berubah

LANGKAT, WasantaraPos.com — Tak semua perubahan datang dengan gemuruh. Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, ia justru hadir dari suara palu, adukan semen, dan tangan-tangan yang tak berhenti bekerja.

Lima rumah yang dulu nyaris roboh kini berdiri dengan wajah baru dan lima keluarga mulai merasakan sesuatu yang lama hilang: rasa aman.

Program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dalam TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat memang belum sepenuhnya rampung.

Tapi tanda-tandanya sudah jelas. Atap bocor yang dulu jadi langganan kini ditutup rapat. Dinding retak diganti. Lantai yang lembap mulai mengering. Bahkan sanitasi yang sebelumnya terabaikan kini ikut dibenahi.

READ  Jenderal Trail di Tengah Debu Gebang

“Tujuan kami sederhana tapi mendasar: rumah yang aman, sehat, dan nyaman,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, Kamis, 30 April 2026.

Namun di balik perubahan itu, ada perlombaan melawan waktu. Dua rumah milik Rida Wahyuni Rao dan Juraida hampir selesai, sudah di atas 90 persen. Tiga lainnya masih mengejar : Miswandi di 40 persen, Irwansyah 38 persen, dan Suzana di 50 persen.

READ  Saat Jembatan Mulai Berdiri di Pasar Rawa, Harapan Warga Ikut Tersambung

Angka-angka itu bukan sekadar progres, ia menunjukkan siapa yang sudah hampir keluar dari kondisi lama, dan siapa yang masih bertahan di tengah proses.

Di lokasi, tak ada yang berdiri diam. Satgas TMMD dan warga bekerja dalam satu irama. Mengangkat material, menyusun rangka, mengecor lantai.

Gotong royong bukan slogan, ia menjadi alasan mengapa proyek ini bergerak cepat.

Yang dibangun memang hanya lima rumah. Tapi bagi penghuninya, ini jauh lebih besar dari angka. Ini tentang mengakhiri malam dengan rasa cemas karena atap bocor.

READ  Loreng Menembus Tanah Demi Air Bersih Untuk Warga Langkat

Tentang tak lagi khawatir dinding ambruk saat hujan deras. Tentang memiliki ruang hidup yang layak disebut rumah.

Program ini mungkin tak mencolok di peta pembangunan besar. Tapi dampaknya langsung terasa, menyentuh inti kehidupan yang paling dasar.

Di Pasar Rawa, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tapi satu hal sudah berubah: harapan yang dulu nyaris runtuh, kini berdiri kembali, bersama tembok-tembok yang baru ditegakkan.