Ijeck Soroti Kinerja PU Yang Belum Maksimal, Desak Pemda hingga BUMN Turun Tangan Atasi Banjir Rob Belawan

MEDAN, WasantaraPos.com – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, atau akrab disapa Ijeck, ia menyoroti keras penanganan banjir rob yang tak kunjung tuntas di kawasan Belawan, Kota Medan. Ia bahkan menyebut upaya yang dilakukan sejauh ini belum maksimal dan berpotensi menghamburkan anggaran negara.

 

Hal itu disampaikan Ijeck saat memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026), dengan meninjau langsung wilayah terdampak di Kecamatan Medan Belawan, Medan Deli, dan Marelan.

 

“Wilayah di daerah ini yang selalu terdampak banjir rob. Masalahnya sudah lama, tapi belum juga selesai,” tegas Ijeck.

READ  Sumur Bor TMMD di Pasar Rawa, Air Bersih untuk Desa yang Lama Menunggu

 

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat sejumlah infrastruktur yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, seperti tanggul penahan rob dan rumah pompa air. Namun, menurut Ijeck, keberadaan fasilitas tersebut belum mampu menjadi solusi menyeluruh.

 

“Sudah ada tanggul dan pompa, tapi kenyataannya belum menyelesaikan masalah secara tuntas,” ujarnya.

 

Ia pun mengingatkan agar proyek penanganan banjir rob tidak berujung pada pemborosan anggaran tanpa hasil nyata. Ijeck mendesak pemerintah pusat segera menyusun langkah yang lebih konkret dan efektif.

 

“Kalau ini tidak jadi solusi, jangan sampai hanya menghamburkan anggaran. Harus dicari alternatif lain yang benar-benar menyelesaikan,” katanya.

READ  Uji Kumur Brigjen Yanto: Air Bersih untuk Langkat

 

Libatkan Semua Pihak

Tak hanya mengkritik, Ijeck juga mendorong keterlibatan semua pihak dalam penanganan banjir rob. Ia menilai pemerintah daerah hingga BUMD dan BUMN harus ikut ambil bagian.

 

“Pemko Medan harus terlibat. Ada juga aset BUMD dan BUMN di sana, semua harus bahu-membahu menyelesaikan ini,” tegasnya.

 

Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap menyatakan pihaknya siap mendorong koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kompleksitas masalah di Belawan memang membutuhkan sinergi banyak pihak.

 

“Perlu pertemuan lintas instansi, mulai dari Pemkab Deliserdang, Pemprov Sumut, PT KAI, Pelindo, hingga Pertamina,” ujarnya.

READ  Di Bawah Matahari Gebang, Prajurit TMMD Memburu Air dari Perut Bumi

 

Ia menjelaskan, kawasan terdampak tidak hanya dihuni permukiman warga, tetapi juga dilintasi berbagai fasilitas vital seperti jalur pipa gas milik Pertamina.

 

Masalah Teknis vs Koordinasi

Sementara itu, Plh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, mengakui bahwa secara teknis penanganan banjir rob sebenarnya bukan hal sulit.

 

Namun, tantangan terbesar justru terletak pada koordinasi antar pemangku kepentingan yang terlibat.

 

“Secara teknis tidak sulit. Tapi karena banyak stakeholder dan masyarakat sudah lama bermukim di sana, koordinasi menjadi tantangan utama,” jelasnya.