Jembatan Gantung ‘Bela Rakyat’ Rampung: Kini Warga Kuala Langkat Tak Perlu Memutar Lagi

LANGKAT, WasantaraPos.com – Akses antarlingkungan di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, kini berubah drastis. Sebuah jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan tiga lingkungan strategis, yakni, warga Lingkungan VII Basuki, Lingkungan VI Kampung Rel, dan Lingkungan VIII Undian, resmi rampung dibangun dan siap digunakan, Jumat (19/6/2026).

​Pembangunan yang dimotori oleh Kodim 0203/Langkat ini bukan hanya soal konstruksi, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak warga akan akses ekonomi dan mobilitas yang lebih efisien.

READ  TNI dan Pemkab Langkat Bersatu Padu Akselerasikan Pembangunan Desa Lewat TMMD 128

​Sinergi TNI dan Warga: Gotong Royong 100 Persen

​Proses pembangunan jembatan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat. Selama masa pengerjaan, personel TNI dari Kodim 0203/Langkat terjun langsung ke lapangan, bekerja bahu-membahu bersama warga setempat.

  • Spesifikasi: Panjang 40 meter, lebar 1,5 meter.
  • Material: Kombinasi besi ulir, plat baja, konstruksi besi H dan L, hingga material pendukung seperti semen dan batu split.
  • Progres: Tuntas 100 persen melalui tahapan fondasi, konstruksi utama, hingga finishing.

​”Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin jembatan ini menjadi investasi jangka panjang yang memperlancar denyut nadi ekonomi warga setiap harinya,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P.

​Mendukung Visi Pembangunan Nasional

​Pembangunan jembatan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik di daerah.

READ  Asa yang Mengalir dari Kedalaman Titik ke-4 Sumur Bor

Dengan adanya akses penghubung ini, warga kini tidak perlu lagi menempuh jalur yang memutar, sehingga aktivitas ekonomi antarlingkungan diharapkan dapat tumbuh lebih cepat.

​Bagi masyarakat Kelurahan Bela Rakyat, jembatan ini lebih dari sekadar jalur transportasi, ia adalah simbol konektivitas yang memutus keterisoliran wilayah.

Kini, mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas anak-anak sekolah dipastikan bakal jauh lebih aman dan nyaman.