Langkah Prajurit di Tengah Debu Pasar Rawa, Jalan Rusak Itu Kini Hampir Tuntas

LANGKAT, WasantaraPos.com — Debu tebal mengepul dari badan jalan di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Minggu, 10 Mei 2026.

Di bawah matahari yang menyengat, suara mesin alat berat bersahut-sahutan dengan teriakan komando personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat.

Tak ada yang berjalan pelan di lokasi itu.
Prajurit TNI dan personel Polri yang tergabung dalam Satgas terus bergerak sejak pagi.

Ada yang mengatur material, sebagian meratakan badan jalan, lainnya membantu alat berat mempercepat pengerasan.

READ  TMMD 128 Langkat Bangun Rumah Warga, Perkuat Gotong Royong di Desa

Target mereka satu: menuntaskan jalan penghubung antar dusun yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.

Jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar empat meter yang menghubungkan Dusun I, II, dan III Desa Pasar Rawa kini mulai berubah wajah.

Yang dulu sempit, berlubang, dan becek saat hujan perlahan menjelma menjadi akses yang lebih layak dilalui.

Di sejumlah titik, warga tampak ikut membantu. Sebagian membawa air minum untuk personel Satgas, sebagian lagi ikut membersihkan sisi jalan.

READ  Tentara Itu Tak Hanya Bangun Jalan, Mereka Juga Keliling Kampung Membawa Obat

Suasana gotong royong terasa hidup di tengah deru alat berat dan lumpur yang belum sepenuhnya kering.

Bagi warga Pasar Rawa, pembangunan jalan itu bukan sekadar proyek fisik. Jalan tersebut menjadi urat nadi desa dan sebagai jalur utama membawa hasil kebun, mengantar anak sekolah, hingga akses menuju pusat kecamatan.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Letkol Inf Medwin Sangkakala melalui Dan SSK Letda Inf M. Rezky mengatakan pengerjaan jalan dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

READ  Jalan Pasar Rawa, dari Lumpur ke Akses Baru

“Peningkatan jalan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun pengangkutan hasil kebun dan pertanian warga,” kata Rezky.

Program TMMD di Pasar Rawa kini tak hanya meninggalkan jejak pembangunan, tetapi juga cerita tentang langkah para prajurit yang terus bergerak di tengah debu demi membuka akses bagi warga desa.