Pengurus Baru INTI Resmi Disusun, Indra Wahidin Siapkan Mesin Organisasi 2026–2030

Headline, INTI, Nasional, News142 Dilihat

JAKARTA, WasantaraPos.com — Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) mulai memanaskan mesin organisasi. Dalam rapat perdana calon Pengurus Pusat INTI periode 2026–2030 di MGK Kemayoran Tower B, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026), jajaran pengurus baru resmi diperkenalkan sekaligus mulai menyusun arah gerak organisasi empat tahun ke depan.

Ketua Umum INTI dr. Indra Wahidin memimpin langsung rapat yang dihadiri hampir seluruh unsur inti organisasi. Mulai dari ketua harian, sekretaris jenderal, bendahara umum, para wakil ketua umum, hingga ketua bidang.

Pertemuan itu menjadi langkah awal konsolidasi sebelum pengukuhan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

“Organisasi ini harus bergerak lebih solid, terukur, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa,” ujar Indra Wahidin di hadapan para pengurus.

Suasana rapat berlangsung hangat, tetapi penuh pesan strategis. Sejumlah tokoh senior dan pendiri organisasi ikut hadir, di antaranya Nancy Wijaya, Rahman Hakim, Djoko Wihardjo, serta Ketua Dewan Pakar Budi Santoso Tanuwibowo. Ketua Dewan Pembina Teddy Sugianto yang tengah berada di Tiongkok diwakili Wakil Ketua Dewan Pembina Edi Yansah.

READ  Jasa Raharja Gelar Kegiatan PPKL di SMA/SMK YAPIM Mabar

Sekretaris Jenderal INTI Hardy Stefanus menegaskan rapat perdana ini bukan sekadar seremoni pengenalan pengurus baru. Menurut dia, organisasi tengah membangun fondasi kerja yang lebih disiplin, terstruktur, dan efektif.

“Koordinasi harus kuat agar seluruh program berjalan nyata, bukan hanya konsep di atas kertas,” kata Hardy.

Dalam rapat tersebut, INTI juga memperkenalkan struktur inti Pengurus Pusat periode 2026–2030. Selain Indra Wahidin sebagai Ketua Umum dan Ulung Rusman sebagai Ketua Harian, jajaran wakil ketua umum diisi sejumlah nama dari berbagai latar belakang profesional.

READ  Makan Bersama, Satgas TMMD Bangun Kedekatan dengan Warga

Mereka antara lain Ir. Pui Sudarto, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ben Yura Rimba, Leon Hanafie, Peter Gozal, Robert Njo, Haris Chandra, Tomi Wistan, Tantro Sugio, Lisa Tanjung, Drs. Kendro Setiawan, Pusanti, Willy Yanto Wijaya, dan Ardy Susanto.

Posisi Sekretaris Jenderal dipegang Hardy Stefanus dengan Yusuf Wijaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Sementara Bendahara Umum dijabat Serihana, didampingi para wakil bendahara yakni Januardi, Riyanto, Marwan, Imelda, dan Ery Puspa.

Indra mengatakan kepengurusan baru merupakan kombinasi figur lama dan wajah baru yang dipilih berdasarkan kapasitas serta kompetensi masing-masing.

Ia kemudian membeberkan arah strategi organisasi ke depan. Secara eksternal, INTI akan memperkuat hubungan dengan pemerintah, memperluas kolaborasi lintas organisasi, serta aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, investasi, dan pemberdayaan masyarakat.

READ  Dari Gubuk Rapuh ke Rumah Layak: Rumah Suzanna Disulap TMMD di Pasar Rawa

INTI juga disebut telah membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo dan Sugianto Kusuma, serta menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU).

Sementara di internal, organisasi akan fokus memperkuat cabang daerah, kaderisasi, tata kelola organisasi, dan pelestarian budaya Peranakan Tionghoa.

Ketua Harian INTI Pusat Ulung Rusman menegaskan organisasi tetap membawa semangat utama: inklusif, nasionalis, toleran, dan independen.

“INTI ingin hadir sebagai organisasi kebangsaan yang terbuka dan mampu menjadi perekat di tengah keberagaman,” ujarnya.

Rapat perdana itu menjadi penanda dimulainya babak baru INTI. Di balik suasana akrab dan penuh kekeluargaan, pengurus baru organisasi tersebut kini mulai menyiapkan langkah untuk memperluas peran sosial dan kebangsaan di tingkat nasional.