Secangkir Kopi & Teh, Ala Satuan Penerangan Kodam I/Bukit Barisan: Membedah Sinergi di Balik Meja Bundar

Headline175 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com – Media Center Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) biasanya adalah ruang dingin yang penuh dengan rilis resmi dan jargon protokoler. Namun, Kamis, 4 Juni 2026, suasana itu jungkir balik. Aroma kopi dan teh yang mengepul di meja bundar menjadi saksi bisu cairnya tembok pembatas antara aparat dan kuli tinta.

​Tak ada kaku protokol militer. Di meja bundar itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB, Kolonel Inf Sandy, SIP, MHan, duduk melingkar bersama para jurnalis Sumatera Utara.

​Dalam pertemuan selama dua jam hingga pukul 12.00 WIB itu, Kapendam Sandy menegaskan pentingnya “menyatukan persepsi”.

Keinginan ini juga diamini oleh Wakapendam I/BB, Letkol Inf Parada T. Napitupulu. Saat berdialog dengan rekan-rekan media, Parada mengenang masa tugasnya di Manado. Baginya, kedekatan dengan wartawan adalah soal rasa dan saling pengertian.

READ  Di Balik Pintu Kayu Pasar Rawa: Saat Stetoskop Bicara di Tangan Serdadu

​Parada berterus terang tentang realitas di lapangan. Ia membandingkan dinamika kerja di satuan Penerangan yang memiliki keterbatasan anggaran dibanding satuan lain seperti Intel.

“Kami ingin membangun komunikasi dua arah. Di Manado dulu, saya punya pendekatan sendiri, seperti berbagi sembako. Saya berharap rekan-rekan bisa memaklumi kondisi kami di Penerangan yang anggarannya terbatas, namun semangat bermitra kami tetap maksimal,” ungkap Parada dengan nada terbuka.

​Dalam diskusi tersebut, hadir pula jajaran pejabat internal, mulai dari Kasi Media Elektronik Mayor Caj Lisbeth H. Manurung, Kaur Metak Kapten Caj Ita Sitepu, hingga Kasi Medol Kapten Czi Yudi Harsanto. Mereka satu suara: publikasi kegiatan jajaran Kodam membutuhkan sinergi yang lebih solid dengan awak media.

READ  Mafia Pangan di Balik Minyakita Medan: "Kios Siluman" Berpesta, Rakyat Menjerit, Aparat Masih Menanti?

Mengejar Prestasi di Nias

Tak hanya soal relasi, ada agenda strategis yang dibicarakan. Waaster Kasdam I/BB, Letkol Inf Restu Simbolon, mewakili Aster Kasdam Kol Inf Mochamad Fuad Suparlin, SIP, MTr(Han), ia mengingatkan keberhasilan Kodam I/BB yang menyabet Juara Kedua dalam Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) pada TMMD ke-128 di Langkat.

​Kini, fokus dialihkan ke proyek Karya Bakti Skala Besar di Nias. “Apapun yang dilakukan TNI, jika orang tidak tahu, rasanya sia-sia,” tegas Restu.

Letkol Restu berharap rekan media mau ikut blow-up kegiatan ini. Baginya, pemberitaan bukan hanya sekadar angka, melainkan langkah konkret untuk membantu masyarakat sekaligus memoles citra TNI di mata publik.

READ  Ketika Rakyat dan TNI Bersatu, Mustahil Jadi Mungkin

​Menyambung hal itu, Kolonel Inf Sandy memberikan tantangan sekaligus ajakan: ia mendorong para jurnalis untuk aktif dalam berbagai lomba karya jurnalistik.

Pertemuan pagi hingga siang itu ditutup dengan antusiasme menatap agenda besar ke depan, akan ada penutupan Karya Bakti Skala Besar oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak.

​Siang itu, di Medan, sinergi bukan lagi sekadar wacana. TNI dan pers sepakat bahwa transparansi adalah cara terbaik merawat kepercayaan publik, dimulai dari secangkir kopi dan teh di meja bundar Media Center.