Senyap di Botolakha: Saat Serdadu Memoles Ebenhezer

NIAS UTARA, WasantaraPos.com – Di Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua, suara mesin beton dan deru kendaraan militer perlahan memudar. Berganti menjadi hening yang teduh di dalam Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) Jemaat Ebenhezer. Senin, 8 Juni 2026, rumah ibadah ini resmi bersalin rupa.

​Bukan proyek komersial yang dikejar tenggat, melainkan wujud “operasi” berbeda dari serdadu. Melalui Program Karya Bakti Skala Besar, TNI menyulap bangunan yang tadinya mungkin dianggap “seadanya” menjadi tempat peribadatan yang laik. Proyek ini disebut-sebut sebagai atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

​Penyelesaiannya tak menggunakan kontraktor swasta, melainkan tangan-tangan personel Yon TP 903/Baluseda yang berkolaborasi dengan Babinsa Koramil 06/Tuhemberua. Mereka tak hanya memegang senjata, tapi juga semen, kuas cat, dan keramik.

READ  Loreng yang Mengalirkan Kehidupan di Saombo

​”Kami tidak hanya membangun fisik, tapi sedang merajut kembali rasa percaya warga kepada negara,” ujar seorang sumber di lingkungan Kodim 0213/Nias.

​Bagi warga Botolakha, sentuhan ini lebih dari sekadar perbaikan dinding atau lantai. Seorang perwakilan jemaat dengan terbata menyampaikan rasa terima kasihnya. Baginya, gereja ini adalah simbol harapan baru. Saat gereja tampil lebih segar, mereka merasa “diperhatikan” oleh pusat, sesuatu yang di pelosok Nias Utara kerap dianggap barang mewah.

READ  Dekan Baru, Agenda Lama: Ujian “Ultimate Excellence” di FK USU

​Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menyebutkan bahwa sinergi ini adalah inti dari doktrin teritorial TNI.

Bagi TNI, membantu membangun sarana ibadah bukan sekadar formalitas kegiatan bakti sosial, melainkan instrumen penting untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat (winning hearts and minds).

​Kini, di balik cat yang masih tercium tajam dan lantai keramik yang berkilat, militer dan warga di Botolakha meninggalkan jejak kebersamaan.

READ  Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Dievakuasi

Sebuah upaya yang, jika terus direplikasi, mungkin bisa meredam sentimen negatif terhadap kehadiran aparat di wilayah terpencil.

​Di Botolakha, tugas “tempur” kali ini bukan untuk menaklukkan musuh, melainkan memastikan jemaat Ebenhezer bisa bersujud dengan lebih khusyuk.