LANGKAT, WasantaraPos.com — Di sebuah pondok sederhana di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, aktivitas tak biasa berlangsung Selasa pagi, 28 April 2026. Bukan pembangunan jalan atau jembatan, melainkan pemeriksaan kesehatan.
Dua prajurit TNI berseragam loreng tampak telaten memeriksa kondisi seorang warga yang duduk di hadapan mereka.
Mereka adalah personel kesehatan dari Denkesyah Binjai yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat.
Sekitar pukul 10.25 WIB, tim ini bergerak cepat merespons laporan warga yang membutuhkan penanganan medis.
Dua warga diperiksa. Sugianto, 49 tahun, mengalami luka dan mendapat penanganan awal disertai pemberian obat.
Sementara Ahmad, 58 tahun, didiagnosis mengalami hipertensi dan diberikan terapi obat untuk menstabilkan tekanan darahnya.
Di atas meja kayu sederhana, alat medis dan obat-obatan tersusun seadanya. Namun dari situ, layanan kesehatan dasar hadir untuk lebih dekat, cepat, dan tanpa prosedur berbelit.
Kegiatan ini menjadi bagian dari wajah lain program TMMD. Di luar pembangunan fisik, ada upaya menjangkau kebutuhan yang lebih mendasar: kesehatan warga. Para prajurit tak hanya bekerja dengan alat berat, tetapi juga dengan stetoskop dan tensimeter.
Pemeriksaan dilakukan langsung ke lapangan, bahkan dari rumah ke rumah. Tekanan darah dicek, keluhan didengar, obat diberikan.
Di saat yang sama, warga juga mendapat edukasi sederhana tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Respons warga pun positif. Bagi sebagian dari mereka, akses terhadap layanan kesehatan masih terbatas. Kehadiran tim kesehatan TMMD menjadi solusi cepat di tengah keterbatasan itu.
Apa yang terjadi di Pasar Rawa menunjukkan satu hal: program TMMD tak melulu soal infrastruktur. Ia juga menyentuh ruang-ruang sunyi yang jarang terjangkau, kesehatan masyarakat di pelosok desa.
Di lokasi Gebang, peran TNI meluas. Bukan hanya membangun, tetapi juga merawat.






