TNI AD Rancang Transformasi Modern: Dari Kecerdasan Buatan hingga Ekonomi Global

Headline, Kasad44 Dilihat

BANDUNG, WasantaraPos.com — Di tengah dinamika ancaman global yang kian kompleks, TNI Angkatan Darat mulai memacu langkah menuju modernisasi pertahanan yang berbasis teknologi.

Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional TNI AD yang digelar di Aula Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Rabu, 13 Mei 2026.

​Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, turut hadir dalam forum krusial yang mempertemukan para petinggi militer dengan pakar lintas disiplin tersebut.

Seminar ini bukan sekadar rutinitas akademik Seskoad, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menyelaraskan gerak TNI AD dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

​Menuju Militer Berbasis AI

​Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah integrasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam sistem pertahanan.

READ  Dandim 0203/Langkat: TMMD Bukan Sekadar Bangun Dinding Beton, Tapi Mengembalikan Hak Hunian Manusiawi

TNI AD menyadari bahwa supremasi di lapangan saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kecepatan pengolahan data dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis teknologi.

​”Pemanfaatan AI menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi ancaman yang semakin dinamis,” tulis pernyataan resmi dalam forum tersebut.

​Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa masukan dari para personel di lapangan sangat krusial.

“Hasil kajian ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program ke depan, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dukungan TNI terhadap program pemerintah,” ujar Jenderal Maruli.

READ  Jembatan Impian Warga Pasar Rawa Segera Terwujud, Akses dan Konektivitas Kian Terbuka

​Kolaborasi Strategis: Luhut hingga Yohanes Surya

​Nuansa transformasi dalam seminar ini semakin kental dengan hadirnya tokoh-tokoh berpengaruh yang membedah kedaulatan dari berbagai sisi:

  • ​Luhut Binsar Pandjaitan (Ketua Dewan Ekonomi Nasional): Memaparkan materi “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”, menekankan bahwa pertahanan yang kuat harus ditopang oleh ekonomi yang tangguh.
  • ​Prof. Sri Fatmawati, Ph.D: Mengulas “Biodiversitas Sebagai Aset Strategis”, mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia adalah elemen pertahanan non-militer yang wajib dijaga.
  • ​Prof. Dr. Yohanes Surya: Pakar fisika dan matematika ini turut memberikan perspektif mengenai penguatan sumber daya manusia dan inovasi teknologi.
READ  Sepekan TMMD 128 Gebang: Sumur Bor Dikebut, Harapan Air Bersih Mulai Terwujud

​Penguatan Teritorial

​Selain teknologi tinggi, seminar ini juga mempertajam peran Yonif Teritorial Pembangunan.

Unit ini diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam membantu kesulitan masyarakat di daerah sekaligus menjadi sensor awal dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

​Seminar yang ditutup dengan lagu Bagimu Negeri ini mengirimkan pesan jelas: TNI Angkatan Darat tengah bersalin rupa.

Dari institusi konvensional menuju kekuatan yang modern, adaptif, dan responsif terhadap perubahan zaman demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.

​Hadir dalam acara tersebut jajaran Pejabat Utama Mabesad, para Pangkotama, serta Kabalakpus TNI AD, menandakan soliditas komando dalam menyongsong transformasi besar ini.