Sinergi Lintas Sektor: Saat Perhimpunan INTI Menjadi Pilar Baru dalam Agenda Asta Cita

Headline, INTI151 Dilihat

BANDUNG, wasantarapos.com– Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas periode 2026–2031 yang dihelat di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (18/7/2026), bukan sekadar konsolidasi organisasi alumni.

Forum ini menjadi panggung penegasan bagi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) sebagai mitra strategis negara yang kini berdiri di garda terdepan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

​Kehadiran Ketua Umum INTI, dr. Indra Wahidin, dalam forum yang mempertemukan para pemikir strategis ketahanan nasional ini, menandai era baru sinergi lintas sektor.

INTI kini tidak lagi sekadar bergerak sebagai organisasi sosial, melainkan telah menjelma menjadi pilar pendukung dalam merealisasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang terangkum dalam Asta Cita.

READ  Menembus Batas, Satgas TMMD 128 Langkat Bangun Infrastruktur dan Harapan Warga Pesisir

Pergeseran Paradigma: Dari Sosial ke Strategis

​Langkah dr. Indra Wahidin membawa INTI masuk dalam orbit strategis bersama IKAL Lemhannas merupakan manuver yang dinilai krusial.

Selama ini, INTI dikenal melalui dedikasinya dalam aksi kemanusiaan seperti pengobatan gratis dan bantuan beasiswa. Namun, kini peran tersebut ditingkatkan menjadi kontribusi dalam isu-isu makro, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan Smart City, hingga pembangunan perumahan rakyat.

​”Dukungan kami terhadap Asta Cita adalah bentuk tanggung jawab kebangsaan. Kami berkomitmen untuk menyelaraskan program sosial kami dengan target nasional Indonesia Emas 2045,” tegas dr. Indra Wahidin di sela-sela Rakernas.

READ  Rektor USU Ganti Nahkoda 16 Fakultas, Singgung Beratnya Persaingan Kampus

Integrasi dengan Ekosistem Lemhannas

​Dalam Rakernas ini, posisi dr. Indra Wahidin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPD IKAL Lemhannas Sumatera Utara menjadi “jembatan emas”. Ia berhasil memadukan soft power yang dimiliki INTI dalam merangkul komunitas akar rumput, dengan hard power berupa wawasan geopolitik dan geostrategi yang digodok di Lemhannas.

​Ketua Umum IKAL Lemhannas, Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa alumni Lemhannas yang memiliki latar belakang organisasi masyarakat, seperti dr. Indra, merupakan aset yang mampu membumikan kebijakan nasional agar lebih inklusif dan tidak eksklusif.

Menuju Indonesia Emas melalui Inklusivitas

​Pilar baru yang dibangun INTI ini berlandaskan pada prinsip transparansi dan kebersamaan. Dengan menggandeng organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan kini bersinergi intensif dengan IKAL Lemhannas, INTI telah berhasil membangun ekosistem kerja sama lintas iman dan lintas profesi yang sangat solid.

READ  Dikejar Panas dan Waktu, Satgas TMMD Yakin Pembangunan di Gebang Rampung Tepat Jadwal

​Bagi pemerintah, sinergi lintas sektor yang diinisiasi oleh dr. Indra Wahidin dan INTI ini adalah jawaban atas tantangan polarisasi di tingkat masyarakat. Di tengah ambisi besar pemerintah untuk mempercepat pembangunan, peran INTI sebagai “pilar baru” diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi akselerator program-program prioritas nasional.