Pekan Kedua Ramadhan, Harga Sembako Masih Tinggi; Pemko Medan Gelar Pasar Murah

Headline, Medan, News, Ragam50 Dilihat

Medan, WasantaraPos.com — Memasuki pekan kedua Ramadhan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Medan masih bertahan tinggi. Minyak goreng curah bahkan sempat menembus Rp 19.000 per liter di beberapa pasar tradisional, memicu keluhan warga di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa.

 

Pantauan di Pasar Kampung Lalang menunjukkan harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp 18.500 hingga Rp 19.000 per liter.

 

Sementara minyak goreng kemasan sederhana merek Minyak Kita dijual Rp 16.500 per liter, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

READ  Presiden Prabowo Subianto Resmikan Ribuan SPPG dan Gudang Pangan, Perkuat Program Gizi Nasional

 

Harga beras medium masih bertahan di Rp 16.000 per kilogram dan gula pasir Rp 18.000 per kilogram. Kenaikan yang terjadi hampir bersamaan ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.

 

“Sekarang pembeli belanja seperlunya saja. Biasanya dua kilo, sekarang satu kilo dulu,” ujar Uni Asna, pedagang di Pasar Kampung Lalang.

READ  HUT ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah di Sumut Diisi Rangkaian Kegiatan Pendidikan, Sosial dan Dakwah

 

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Halat, Pasar Sukaramai, dan Pusat Pasar. Meski terdapat sedikit perbedaan harga, tren kenaikan relatif sama. Pedagang mengaku pasokan tersedia, namun harga dari agen sudah lebih dulu naik.

 

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Medan telah menggelar Pasar Murah Ramadhan di sejumlah kecamatan. Program ini menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

 

READ  Polemik Daging Nonhalal Memanas, DPRD Medan: Ini Penataan, Bukan Pelarangan

Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan menyatakan pasar murah digelar secara bertahap untuk menjangkau lebih banyak warga. Selain itu, pengawasan harga dan distribusi juga diperketat guna mencegah lonjakan lebih lanjut menjelang Idul Fitri.

 

Warga Kota Medan menyambut positif langkah tersebut, meski berharap pelaksanaannya lebih merata dan rutin. Di tengah konsumsi yang meningkat selama Ramadhan, stabilitas harga menjadi harapan utama agar beban belanja masyarakat tidak semakin berat.