TMMD Membuka Akses, Warga Pasar Rawa Nikmati Jalan Baru

LANGKAT, WasantaraPos.com — Akses jalan di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang selama ini terbatas, mulai terbuka. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat menuntaskan peningkatan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter.

Pengerjaan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas desa sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.

READ  Sumut Salurkan Rp443 Miliar Dana Bagi Hasil Pajak Rokok, Bobby Minta Daerah Jaga Keseimbangan Belanja

Selama pelaksanaan, personel Satgas TMMD menghadapi tantangan medan dan cuaca. Namun, pekerjaan tetap berjalan melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala, mengatakan program TMMD merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

“Program ini membantu pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah. Jalan yang dibangun diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” ujar Medwin, Selasa (5/5/2026).

READ  TNI dan Pemkab Langkat Bersatu Padu Akselerasikan Pembangunan Desa Lewat TMMD 128

Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD juga mengedepankan semangat gotong royong. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci percepatan pekerjaan di lapangan.

Menurut dia, keberadaan jalan tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas harian warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

“Selama satu bulan pelaksanaan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat bekerja bersama menyelesaikan sasaran fisik program TMMD,” katanya.

READ  Panglima Pangan di Mimbar Nganjuk: Langkah Senyap Prabowo Amankan Piring Nasi Rakyat

Kini, jalan yang telah diperlebar dan diperkeras itu mulai dimanfaatkan warga. Akses yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, berangsur membaik.

Bagi warga Pasar Rawa, infrastruktur tersebut menjadi titik awal perubahan. Mobilitas meningkat, biaya angkut hasil pertanian berkurang, dan keterisolasian wilayah perlahan teratasi.