RTLH TMMD 128 Langkat: Rumah Lapuk Berganti Harapan Baru

LANGKAT, WasantaraPos.com — Di Desa Pasar Rawa, perubahan itu tidak datang dengan gegap gempita. Ia hadir perlahan—bersama suara palu, debu bongkaran, dan kayu-kayu tua yang satu per satu diturunkan dari rumah yang tak lagi layak dihuni.

Program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat menyasar lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kini, seluruhnya mulai disentuh perubahan. Sebagian sudah berdiri kembali, sebagian lain masih dalam proses pengerjaan yang dikebut tanpa jeda.

READ  Amis di UPT Timur: Gempur Medan Endus Permainan Uang Lembur

Rumah-rumah yang sebelumnya nyaris ambruk itu dibongkar bertahap. Diganti struktur baru yang lebih kuat, lebih layak, lebih aman.

Di lokasi, prajurit TNI dan warga bekerja berdampingan, tanpa sekat, tanpa jarak. Ini bukan sekadar proyek pembangunan.

Di sini, gotong royong kembali menemukan bentuk paling kasarnya: keringat, tanah, dan material bangunan yang dipindahkan tangan ke tangan.

Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, menyebut pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu.

READ  ​Catatan dari Tanah Karo: Pesan Keras Pangdam Bukit Barisan di Balik Ulos Kehormatan

“Targetnya jelas, rumah harus segera bisa ditempati,” katanya.

Di balik angka lima unit RTLH itu, ada nama dan wajah: Irwansyah dan Miswandi. Dua warga penerima bantuan yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan, di rumah yang lebih banyak menyimpan risiko ketimbang perlindungan.

Kini, harapan mereka ikut dibangun bersamaan dengan dinding-dinding baru yang mulai tegak.

“Ini sangat membantu. Kami benar-benar bersyukur,” ujar salah satu warga di lokasi, Miswandi pelan.

READ  Perkuat Semangat Kebangsaan, Perhimpunan INTI dan Lemhannas RI Siap Kolaborasi Strategis di Tahun 2026

TMMD di Langkat kembali memperlihatkan wajahnya yang paling dasar: pembangunan yang tak hanya mengubah fisik rumah, tetapi juga menggeser batas hidup warga yang lama tertahan di garis ketidaklayakan.

Di ujung pekerjaan yang masih berlangsung itu, satu hal mulai tampak jelas, rumah-rumah lama sedang benar-benar ditinggalkan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai masa lalu.