JAKARTA, WasantaraPos.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan di Indonesia masih berjalan lambat meskipun Bank Indonesia telah menurunkan dan menahan BI Rate di level 4,75 persen sejak September 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, transmisi penurunan suku bunga acuan ke bunga kredit perbankan sangat bergantung pada biaya dana atau cost of funds yang ditanggung masing-masing bank.
“Penurunan suku bunga kredit sangat dipengaruhi oleh struktur biaya dana bank,” ujar Dian.
Menurut OJK, secara umum suku bunga perbankan memang menunjukkan tren penurunan. Rata-rata suku bunga kredit rupiah tercatat 8,80 persen pada Februari 2026, turun dari 9,22 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan terutama terjadi pada kredit investasi.
Dari sisi penghimpunan dana, rata-rata tertimbang suku bunga dana pihak ketiga (DPK) juga turun menjadi 2,68 persen, atau turun 41 basis poin secara tahunan.
Namun demikian, OJK menilai penurunan tersebut belum dapat sepenuhnya ditransmisikan ke suku bunga kredit.
Salah satu faktor penahan adalah kompetisi perbankan dalam memperebutkan dana simpanan, terutama dari nasabah besar.
“Kompetisi dana simpanan masih cukup ketat. Nasabah dengan simpanan besar memiliki daya tawar yang tinggi terhadap bank,” kata Dian.
Kondisi tersebut mendorong bank menawarkan bunga deposito yang relatif tinggi untuk menjaga likuiditas, sehingga menahan penurunan biaya dana secara lebih cepat.
OJK menilai, penurunan suku bunga merupakan proses bertahap yang dipengaruhi strategi masing-masing bank dalam mengelola struktur pendanaan.
Ke depan, bank diharapkan dapat meningkatkan porsi dana murah guna memperluas ruang penurunan bunga kredit.
Selain itu, OJK juga mendorong implementasi POJK Nomor 13 Tahun 2024 terkait standardisasi komponen Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) agar lebih transparan dan mudah dibandingkan antarbank.
Dengan kondisi tersebut, OJK memperkirakan suku bunga kredit masih berpotensi menurun, seiring dampak lanjutan penurunan BI Rate yang terjadi sejak 2025.






