Aplikasi Model Hepta Helix : Kolaborasi Mitra Riset Spesifik UGM, USU, CV. Bina Syifa Mandiri & Media Dorong Inovasi Industri Herbal Nasional

Sinergi Tiga Pilar Akademisi, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) & Media untuk Peningkatan Kualitas Produk Kesehatan Berbasis Bahan Alam & Thibbun Nabawi

 

YOGYAKARTA, 5 Agustus 2026, Kampus FMIPA UGM, Yogyakarta – Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menjadi tuan rumah perbincangan strategis yang mempertemukan lintas pemangku kepentingan akademisi, industri & media. Pertemuan ini menghadirkan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Kuwat Triyana ; staf dosen/peneliti Fisika Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus kandidat Doktor Prodi Fisika UGM, Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si.; serta Direktur CV. Bina Syifa Mandiri, Muhammad Bachroni.

Diskusi yang berlangsung hangat di Kampus FMIPA UGM ini berfokus pada pembentukan Tematik Fokus Action Group (FGA) sebagai aplikasi nyata dari model kolaborasi mitra Hepta Helix. Kerjasama ini mengintegrasikan peran Perguruan Tinggi (Dekan FMIPA UGM & peneliti fisika FMIPA USU) dengan Pihak Industri (CV. Bina Syifa Mandiri) untuk melakukan Riset dan Pengembangan (R&D) yang berkesinambungan hingga tahap komersialisasi produk.

READ  Rehab RTLH di Langkat Hampir Rampung, Rumah Suzanna Kini Lebih Layak Huni

Langkah R&D/C ini akan dikawal langsung oleh kolaborasi tim peneliti, yaitu Muhammad Sontang Sihotang (USU) bekerjasama dengan Pakar Fisika Material, Biomaterial (Hydroxyapatite), &  Nanoteknologi UGM, Prof. Dr. Eng. Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng. sebagai calon pembimbing riset/promotor.Beliau terkenal atas penemuan otot buatan “Lengan Gatotkaca” berbahan elastomer kristalin cair serta jabatannya sebagai Kepala LPPT (Laboratorium Penelitian & Pengujian Terpadu) UGM.

Beliau juga menerima penghargaan Internasional Glenn H. Brown Prize pada 2006 & pernah diundang dalam pertemuan peraih Nobel di Lindau, Jerman, pada 2011, Aktif meriset pengubahan limbah biogenik laut menjadi bioceramic untuk kebutuhan medis gigi dan tulang.

Jadi sangat relevan R&D/C apabila diterapkan dalam DUDI agar  Penguatan riset Fisika Material ini dengan Bahan Alam ini sebagai salah satu contohnya nanti akan memanfaatkan potensi local wisdom yang ada yakni Limbah Tulang Ikan yang akan di produksi sehingga akan menghasilkan Kalsium Fosfat sebagai Precursor nantinya ditujukan untuk meningkatkan mutu produk, standarisasi, mutu ekstraksi & daya saing produk herbal unggulan pabrikan berskala Nasional  & Internasional.

READ  Jadestone Energy di Bawah Sorotan: Antara Peran Strategis dan Ujian Kepatuhan

Komitmen & Respons Pemangku Kepentingan (Stakeholders)

Fokus Utama Kerjasama Riset

 Melalui kesepakatan awal ini, ke-3 pilar stakeholder berkomitmen untuk menyusun program riset terintegrasi yang mencakup:

  • Pengembangan R&D Bahan Alami                                            :  Karakterisasi fisik & fisiko-kimia bahan baku herbal, madu racikan, serta minyak alami menggunakan instrumentasi fisika modern.
  • Peningkatan Kualitas & Standardisasi Produk                     : Formulasi & pengujian stabilitas produk obat tradisional, suplemen kesehatan, serta kosmetik herbal agar memenuhi standar industri
  • Hilirisasi & Komersialisasi (R&D to Commercialization) : Menjamin hasil inovasi riset perguruan tinggi diproduksi secara massal oleh CV. Bina Syifa Mandiri di fasilitas manufakturnya di Klaten/Yogyakarta.
READ  Medan Tumbuh, Kemiskinan Menumpuk

Seluruh pihak optimistis bahwa Model Hepta Helix yang padu, harmonis & sinergis ini akan menjadi percontohan ideal kemitraan strategis antara Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) & Media di Indonesia.(ms2).