Loreng Di Ujung Jalan Bawonifouso

NIAS SELATAN, WasantaraPos.com Di ujung peta Nias Selatan, saat kabut tipis masih enggan beranjak dari perbukitan Desa Bawonifouso, Kecamatan Teluk Dalam, Sabtu (13/6/2026), pemandangan itu terlihat kontras.

Seragam loreng khas TNI AD menyatu dengan debu tanah merah dan deru mesin ekskavator. Mereka bukan sedang memanggul senjata di garis depan pertempuran, melainkan bertempur melawan isolasi geografis.

READ  Di Antara Jalan yang Dibuka, Lidi yang Diraut Prajurit

​Kodim 0213/Nias kini tengah mengebut proyek “Bakti TNI untuk Rakyat”. Di bawah terik matahari yang menyengat, pengerjaan jalan sepanjang 1,2 kilometer itu telah menyentuh angka 64 persen.

​Proyek ini bukan tanpa alasan. Ia merupakan bagian dari program bantuan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Bagi masyarakat di sana, jalan ini adalah pertaruhan nasib; akses yang memadai berarti harga komoditas pertanian lebih kompetitif dan layanan kesehatan tak lagi terasa jauh.

READ  Enam Meter yang Mengubah Arah: Jembatan Kecil, Harapan Besar di Pasar Rawa

​”Akses jalan yang memadai adalah nadi. Dampaknya langsung ke ekonomi,” ujar Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P. Baginya, ini bukan sekadar membangun aspal, melainkan upaya TNI AD mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang kerap luput dari perhatian pusat.

​Namun, di balik angka 64 persen tersebut, ada harapan yang dititipkan warga Bawonifouso.

READ  Minyakita Tak Langka, Tapi HET Tinggal Pajangan

Mereka menunggu hari ketika jalan itu rampung total, memutus rantai kesulitan mobilitas yang selama ini membelenggu desa mereka.

Di Nias Selatan, jalan bukan sekadar infrastruktur; ia adalah janji akan masa depan yang sedikit lebih cerah.