Benteng Terakhir di Jalan Pengadilan: Kala Kodim Medan Menatap Langit dan Sungai

MEDAN, wasantarapos.com— Lapangan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0201/Medan di Jalan Pengadilan No. 8, Rabu (5/8/2026) pagi, tampak berbeda. Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, barisan prajurit berseragam loreng berdiri tegap dalam keheningan yang disiplin. Ini bukan apel rutin pembinaan satuan.

Apel ini adalah ikrar kesiagaan: sebuah ikhtiar menantang cuaca ekstrem dan ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa menghempas Kota Medan.

​Di tengah barisan, mata para perwira tertuju pada satu titik di mana perangkat evakuasi—mulai dari speed boat bermesin hingga pelampung keselamatan, berjajar rapi.

Di kota yang kerap dikepung banjir akibat luapan sungai dan intensitas hujan tinggi, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.

READ  Diplomasi Ampas Kopi: Cara Tentara Meruntuhkan Menara Gading Pembangunan

​Siaga di Garis Depan

​Bertindak sebagai pimpinan apel, Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0201/Medan, Kapten Czi T.E.J. Tobing, berdiri di podium dengan tatapan tajam menyapu seluruh pasukan. Bagi militer, mengecek perlengkapan bukan sekadar ritual administratif, melainkan memastikan nyawa tidak melayang saat musibah datang tanpa diundang.

“Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan apel gelar pasukan ini yaitu untuk menunjukkan kesiapsiagaan Kodim 0201/Medan dalam melaksanakan penanggulangan bencana, melalui pengecekan menyeluruh terhadap personel maupun materil,” ujar Kapten Czi T.E.J. Tobing di hadapan ratusan prajurit.

​Di atas kertas dan digelar di lapangan, kekuatan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kodim 0201/Medan diuji hari itu. Logistik penyelamatan disiagakan secara terukur:

  • 1 (satu) unit Speed Boat bermesin, disiapkan untuk membelah arus deras.
  • 1 (satu) unit LCR (Landing Craft Rubber) tidak bermesin.
  • 14 (empat belas) buah pelampung pengaman jiwa.
READ  Segelas Kopi, Media Komsos Prajurit TNI AD di Lokasi TMMD Langkat

​Meski jumlah armada air tersebut terbilang terbatas untuk membayangi luasnya bentang wilayah Kota Medan, kehadiran para perwira lapangan memberikan sinyal bahwa koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci utama ketika darurat benar-benar melanda.

​Soliditas di Bawah Komando

​Deretan perwira pengendali wilayah tampak hadir mengawal ketat apel siang itu. Mulai dari Danramil 0201-05/MB Kapten Inf Sabur Utomo, Danramil 0201-08/MP Kapten Inf Parluhutan Sihombing, Danramil 0201-01/MP Kapten Cku Sabar Marihot Butar Butar, hingga Danramil 0201-10/MM Kapten Kav Parmanoan Siregar. Kehadiran mereka menegaskan bahwa jaring teritorial hingga tingkat rayon militer telah siaga satu.

READ  Dikejar Terik, Finishing Jembatan TMMD Pasar Rawa Digeber

​Ketika sirene tanda bahaya berbunyi di Medan, derap langkah para prajurit di Makodim 0201 Medan ini yang akan bergerak pertama kali ke titik-titik genangan dan reruntuhan.

Di tengah kerentanan ekologis kota metropolitan ini, apel di Jalan Pengadilan menjadi pesan sunyi namun tegas: negara, melalui baju loreng tentara, tidak akan pernah absen saat rakyatnya berkejaran dengan musibah.