LANGKAT, WasantaraPos.com — Rumah itu pernah berada di ambang runtuh. Dinding kayunya lapuk dimakan usia. Atap rumbia bocor, membiarkan hujan masuk tanpa ampun. Saat angin menerpa, bangunannya bergoyang—seperti menunggu waktu untuk tumbang.
Itulah rumah Miswandi di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang.
Kini, pelan tapi pasti, nasib rumah itu berubah menjadi layak huni.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat turun tangan. Kayu usang dicabut, rangka diperkuat, atap diganti. Yang dulu rapuh, kini mulai tegak.
Rumah Miswandi menjadi satu dari lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang direhabilitasi dalam program ini. Pengerjaan tak hanya melibatkan Satgas, tetapi juga warga yang ikut bergotong royong.
Komandan Satgas, Letkol Inf Medwin Sangkakala, memastikan progres berjalan cepat.
“Pengerjaan RTLH sudah di atas 50 persen,” ujarnya.
Angka itu bukan sekadar capaian teknis. Di lapangan, itu berarti waktu terus dikejar, agar rumah-rumah yang dulu tak aman segera bisa dihuni dengan layak.
TMMD tahun ini memang menargetkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Program ini menyasar titik paling dasar: tempat tinggal warga miskin yang selama ini luput dari perhatian.
Bagi Miswandi, perubahan itu terasa nyata. Rumah yang dulu bocor dan bergoyang kini mulai kokoh. Bukan hanya bangunan yang diperbaiki, tetapi juga rasa aman yang lama hilang.
Di balik deru palu dan gergaji, ada satu hal yang perlahan dibangun kembali: harapan.






