LANGKAT, WasantaraPos.com — Di tengah riuh palu dan adukan semen, satu bangunan sederhana pelan-pelan menjelma menjadi pos kamling.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, sudah mencapai 80 persen pada hari kelima pelaksanaan, Ahad, 26 April 2026.
Yang bekerja bukan hanya seragam loreng. Warga turun tangan. Gotong royong jadi mesin utama. Proyek kecil ini bergerak cepat dan terasa.
Komandan Satgas TMMD 128, Letnan Kolonel Infanteri Medwin Sangkakala, menyebut pos kamling itu lebih dari sekadar bangunan jaga. “Ini titik kumpul warga, ruang koordinasi, sekaligus simpul keamanan,” ujarnya.
Di banyak tempat, siskamling meredup. Di Pasar Rawa, ia coba dihidupkan kembali. Pos kamling disiapkan untuk ronda bergiliran, sekalian mengisi malam dengan kewaspadaan, bukan sekadar kebiasaan lama.
Fungsinya berlapis. Menjaga lingkungan, meredam potensi gangguan, hingga membuka ruang interaksi antarwarga. Pos kamling, dalam skala kecil, menjadi alat membangun rasa aman yang sering kali tak kasatmata.
TMMD sendiri bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia dirancang sebagai kerja lintas sektor dengan menggabungkan pembangunan fisik dan penguatan sosial. Di Langkat, pos kamling menjadi salah satu titik tekan: sederhana, tapi strategis.
Jika tak ada aral, dalam hitungan hari bangunan itu akan berdiri utuh. Pertanyaannya kemudian bukan lagi kapan selesai, melainkan: apakah ia akan benar-benar hidup di tangan warganya.








