Plat Deker Dikebut di Gebang: Infrastruktur Kecil, Taruhan Besar Akses Desa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Dari adukan semen dan susunan batu, harapan itu pelan-pelan dibangun. Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, proyek plat deker dalam program TMMD ke-128 tak lagi sekadar pekerjaan fisik, ia menjelma jadi jawaban atas akses yang lama tersendat.

Sejak Kamis, 30 April 2026, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0203/Langkat mempercepat pemasangan pondasi di tiga titik sekaligus. Personel TNI lintas matra, dibantu polisi dan warga, turun langsung. Tak ada seremoni. Yang ada hanya ritme kerja: angkut semen, susun batu, cor pondasi.

READ  Ketua Poktan di Gebang Ini Akhirnya Rasakan Jalan Layak Setelah 41 Tahun Menunggu

Di titik-titik itulah persoalan lama coba dipatahkan. Jalan antar dusun yang selama ini sulit dilalui,.terutama saat hujan dan perlahan diperkuat. Plat deker, yang kerap dipandang sebagai infrastruktur kecil, justru menjadi kunci: menopang badan jalan, mengalirkan air, dan menahan gerusan yang selama ini merusak.

Gotong royong menjadi mesin utamanya. Warga tak sekadar menonton. Mereka ikut menggali, mengangkat, hingga memastikan setiap lapis pondasi terpasang rapi.

READ  Akhirnya Mengalir di 2026: Air Bersih Datang ke Pasar Rawa Lewat TMMD

Di desa ini, pembangunan bukan proyek pemerintah semata, melainkan kerja bersama.

Komandan Satgas, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menyebut pembangunan ini sebagai upaya membuka isolasi akses.

Jalan yang lebih layak, kata dia, akan memangkas hambatan distribusi hasil pertanian, urusan yang selama ini diam-diam menggerus pendapatan warga.

Namun, seperti banyak proyek infrastruktur desa, ujian sesungguhnya datang setelah rampung. Apakah ia cukup kuat menghadapi musim hujan? Apakah benar mampu menekan biaya angkut dan mempercepat mobilitas?

READ  Apel Pagi TMMD 128 Langkat: “Keselamatan Kerja Tak Bisa Ditawar”

Di Pasar Rawa, jawabannya belum selesai. Tapi satu hal sudah terlihat: di atas pondasi yang sedang dicor itu, bukan hanya jalan yang dibangun, melainkan juga harapan agar desa tak lagi tertinggal di ujung akses.