LANGKAT, WasantaraPos.com — Di tengah deret proyek fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, satu bangunan kecil di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, justru menyimpan arti lebih besar: mushola warga.
Sejak beberapa hari terakhir, Satgas TMMD Kodim 0203/Langkat bersama warga terlihat sibuk membongkar bagian atap, merapikan dinding, hingga memperkuat struktur bangunan. Mushola itu sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, dimana adanya atap bocor, dinding lapuk, dan lantai yang mulai tak layak.
Bagi warga, ini bukan sekadar renovasi.
“Kalau hujan, anak-anak mengaji sering pindah-pindah,” kata seorang warga. Ia menyebut kondisi itu sudah berlangsung cukup lama, tanpa perbaikan berarti.
TMMD datang dengan pendekatan berbeda. Program ini tak hanya mengejar target jalan atau jembatan, tapi juga menyasar ruang-ruang sosial yang luput dari perhatian.
Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Infanteri Supriadi menyebut mushola masuk dalam sasaran tambahan. “Kami melihat ini kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Namun yang menarik bukan hanya proyeknya, melainkan cara pengerjaannya. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga.
Mereka bekerja dalam ritme yang sama, Bersama- sama mengangkat material, membersihkan puing, hingga menyusun kembali bangunan yang lama terabaikan.
Gotong royong menjadi kata kunci, cukup klasik, tapi relevan.
Di desa ini, mushola bukan sekadar tempat ibadah. Ia juga ruang berkumpul, tempat anak-anak belajar, dan warga bertukar kabar. Ketika bangunan itu diperbaiki, yang dipulihkan bukan hanya fisiknya, melainkan juga denyut kehidupan sosial di sekitarnya.
TMMD ke-128 di Gebang mungkin akan selesai dalam hitungan waktu. Tapi bagi warga Pasar Rawa, mushola yang kembali layak pakai bisa jadi akan bertahan jauh lebih lama dari proyek itu sendiri.






