Jembatan Aramco 8 Meter Rampung: Gebrakan Loreng Beri Napas Baru bagi Warga Bukit Melintang

LANGKAT, WasantaraPos.com – Di Dusun II, Desa Bukit Melintang, Kabupaten Langkat, suara mesin kendaraan tak lagi harus terhenti di tepian penghubung yang selama ini menjadi penghambat mobilitas warga.

Senin, 8 Juni 2026, sebuah infrastruktur baru berdiri kokoh: Jembatan Aramco sepanjang 8 meter dengan lebar 7,20 meter.

​Bagi warga Desa Bukit Melintang dan Desa Setungkit, jembatan ini bukan sekadar tumpukan plat baja yang disatukan. Ia adalah nadi baru yang memutus isolasi wilayah di Kecamatan Wampu.

READ  Jembatan Kecil di Pasar Rawa Itu Dipercaya Bisa Mengubah Pergerakan Ekonomi Warga

​Proyek yang digarap oleh Kodim 0203/Langkat bersama Zidam I/BB ini adalah sebuah gebrakan loreng” yang nyata. Di bawah terik matahari, para prajurit bahu-membahu merampungkan konstruksi, mulai dari pembersihan lahan yang penuh rintangan, penyiapan pondasi, hingga presisi pemasangan plat baja Aramco yang menjadi tulang punggung jembatan.

​Di lapangan, pekerjaan tak sekadar membangun fisik. Personel militer terlihat menyempurnakan detail akhir dengan sapuan warna merah-putih pada badan jembatan—simbol nasionalisme yang kini menjadi penanda akses baru warga setempat. Alat-alat berat seperti excavator akhirnya digeser, menandakan seluruh rangkaian kerja telah tuntas 100 persen.

READ  Panas Tak Surutkan Semangat, Satgas TMMD Kebut Pembangunan Pos Kamling

Sementara itu, Kepala Penerangan ​Kodam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menyebut rampungnya jembatan ini sebagai manifestasi nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengakselerasi pembangunan di pelosok daerah.

​”Jembatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk memastikan konektivitas warga terjaga,” ujar Sandy. Baginya, kenyamanan akses bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk menunjang denyut ekonomi desa yang selama ini tersendat.

READ  Dari Nol, Rumah Pak Miswandi Hampir Jadi: TMMD 128 dan Kejar Target RTLH di Langkat

​Kini, jembatan tersebut telah dibuka untuk umum. Warga yang sebelumnya harus memutar arah atau melewati akses yang sulit, kini dapat melintasi jalur tersebut dengan lebih aman.

Bagi masyarakat Wampu, kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru agar roda perekonomian lokal berputar lebih kencang di hari-hari mendatang.