Prajurit Kopasgat Gelar Terjun Penyegaran di Medan, Ratusan Pelajar Terpukau

Edukasi, Headline, News, TNI AU169 Dilihat

Medan, WasantaraPos.com — Ratusan warga Kota Medan, didominasi pelajar taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), memadati kawasan Bandara Lanud Soewondo, Kamis (29/1/2026) pagi. Sejak pukul 06.30 WIB, mereka menyaksikan langsung aksi prajurit Korps Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara dalam latihan Terjun Penyegaran (Jungar) Tahun 2026.

 

Latihan tersebut dilaksanakan oleh Resimen Arhanud 1 Kopasgat sebagai bagian dari pemeliharaan kemampuan dan profesionalisme tempur prajurit baret jingga. Aksi terjun dilakukan menggunakan pesawat CN A-2904 yang dipiloti Kapten Pnb Yasa, dengan metode statik maupun free fall.

 

“Latihan terjun penyegaran ini merupakan kegiatan rutin Kopasgat untuk menjaga kesiapan dan kemampuan tempur prajurit,” kata Kepala Penerangan Menarhanud 1 Kopasgat, Lettu Psk Tri Sufianto, kepada wartawan di Medan.

Menurut Tri, latihan kali ini melibatkan ratusan penerjun dari berbagai satuan, antara lain:
Resimen Arhanud 1 Kopasgat: 24 statik, 2 free fall
Batalyon Parako 463 Kopasgat: 37 statik, 7 free fall
Batalyon Parako 462 Kopasgat: 28 statik, 2 free fall
Batalyon Arhanud 11: 24 statik

READ  TMMD 128 Langkat: Kemanunggalan Diracik dari Warung ke Lapangan

 

Dalam sesi free fall, penerjun melompat dari ketinggian 8.000 feet atau sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut. Teknik ini digunakan untuk meningkatkan presisi, kemampuan infiltrasi udara, serta kesiapsiagaan operasi militer.

Selain aspek latihan militer, kegiatan Jungar juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Ratusan pelajar tampak antusias menyaksikan satu per satu penerjun melayang turun dengan parasut di langit Medan.

 

“Kegiatan ini sekaligus menambah wawasan kedirgantaraan bagi masyarakat, khususnya pelajar TK, SD, hingga SMA,” ujar Tri.

“Sekolah Angkasa juga turut memperkenalkan dunia kedirgantaraan sejak dini kepada anak-anak.”

READ  Loreng, Peluh, dan Pertaruhan di Naha Nose

Latihan free fall Kopasgat sendiri merupakan kemampuan khusus yang hanya dimiliki prajurit terlatih, dengan pendidikan intensif selama tiga bulan di Margahayu, Bandung.

 

Kemampuan ini menjadi salah satu ciri khas pasukan khusus TNI AU dalam operasi udara.

 

Tri menegaskan seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.
“Alhamdulillah, seluruh penerjun mendarat dengan selamat dan dalam kondisi sehat,” katanya.

Antusiasme juga datang dari kalangan pelajar. Dina, salah satu siswi yang hadir, mengaku terkesan menyaksikan langsung aksi prajurit Kopasgat.

“Keren sekali lihat mereka terjun dari pesawat, cepat dan tepat. Saya jadi ingin nanti jadi Wara TNI AU,” ujarnya polos.

 

Tentang Kopasgat

Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) atau dikenal sebagai Korps Baret Jingga merupakan pasukan khusus milik TNI Angkatan Udara. Kopasgat adalah satuan tempur darat berkemampuan tiga matra—udara, laut, dan darat.

READ  PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Gelar Jumat Berkah, Wujud Kepedulian Guntur Syahputra kepada Masyarakat

Setiap prajurit Kopasgat wajib memiliki kualifikasi Para Komando (Parako) serta kemampuan khusus sesuai spesialisasi kematraudaraan. Kopasgat dikenal sebagai pasukan pemukul NKRI, siap diterjunkan di berbagai medan, mulai dari hutan, kota, rawa, hingga wilayah perairan.

Salah satu tugas khas Kopasgat adalah Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U), yakni merebut, mempertahankan, dan menyiapkan pangkalan udara untuk pendaratan pesawat serta penerjunan pasukan lanjutan.

Warna baret jingga Kopasgat terinspirasi dari cahaya fajar di Margahayu, Bandung, lokasi pendidikan pasukan ini sekaligus markas Korps Kopasgat yang berada di Lanud Sulaiman, Jawa Barat.