Angkong, Lumpur, dan Peluh Prajurit TMMD di Gebang

LANGKAT, WasantaraPos.com — Angkong berisi tanah itu terus mondar-mandir di jalan Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis siang, 7 Mei 2026. Rodanya sesekali tersangkut lumpur. Namun para prajurit TNI yang mendorongnya tak berhenti.

Di bawah panas matahari pesisir, mereka bekerja tanpa banyak bicara. Sebagian mengangkut timbunan tanah, sebagian lagi meratakan badan jalan dengan cangkul dan sekop. Seragam loreng mereka penuh debu dan lumpur.

Beginilah wajah pembangunan di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat.

Tak ada alat berat besar yang mendominasi pekerjaan. Yang terlihat justru angkong, tenaga manusia, dan gotong royong warga desa.

READ  Dikejar Terik, Finishing Jembatan TMMD Pasar Rawa Digeber

Jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter itu sedang diperlebar dan diperkeras untuk menghubungkan Dusun I, II, dan III Desa Pasar Rawa. Selama bertahun-tahun, jalur tersebut menjadi persoalan bagi warga karena berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Kini, perlahan jalan itu mulai berubah.

Tanah ditimbun sedikit demi sedikit agar badan jalan lebih tinggi dan kokoh. Setiap gerobak yang didorong para prajurit seperti membawa harapan baru bagi warga pesisir.

READ  Genap Lima Pilar: Akhir Paceklik Air Bersih di Pesisir Langkat

Beberapa warga ikut turun membantu pekerjaan. Ada yang mengangkat batu, ada yang meratakan tanah bersama personel Satgas TMMD. Di lokasi itu, batas antara aparat dan masyarakat nyaris tak terlihat.

Mereka bekerja dalam irama yang sama.

“Kalau jalan ini bagus, kami lebih mudah bawa hasil kebun,” ujar seorang warga yang ikut bekerja di lokasi.

Hingga kini, progres pengerasan jalan baru mencapai sekitar 5 persen. Tahapan yang sedang dikerjakan ialah penimbunan badan jalan sebelum masuk proses pengerasan berikutnya.

Meski baru tahap awal, warga mulai merasakan optimisme.

READ  Air Mulai Ditampung: Tandon Berdiri, Harapan Warga Pasar Rawa Kian Nyata

Sebab bagi masyarakat Desa Pasar Rawa, jalan itu bukan sekadar proyek pembangunan. Jalan tersebut adalah akses menuju sekolah, pasar, kebun, dan pusat aktivitas ekonomi warga.

Cuaca cerah sejak pagi membantu pekerjaan berlangsung lebih cepat. Meski menjelang sore langit mulai mendung, aktivitas di lapangan tetap berjalan.

Peluh terus jatuh. Angkong terus bergerak.

Di tengah lumpur pesisir Gebang, pembangunan itu berjalan perlahan. Namun bagi warga, setiap timbunan tanah yang diletakkan para prajurit menjadi tanda bahwa harapan baru sedang dibangun sedikit demi sedikit.