​Malam di Pasar VII: Saat Polisi Mengakhiri “Arogansi” di Ujung Laras AirGun, LSM Gempur Kawal Keadilan

Headline, Hukum520 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com – Bengkel kecil di Jalan Baru Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, itu biasanya hanya akrab dengan bau oli dan deru gerinda. Namun, Rabu malam (3/6/2026), suasana berubah mencekam.

Tim Khusus Jaga, Cegah, Sigap (JCS) bersama Unit Resmob Polrestabes Medan melakukan penggeledahan dramatis dan menyeret dua sosok yang sempat membuat warga Medan geger: Zulyarham dan Julpikar.

​Penangkapan kilat kurang dari 24 jam ini mendapat sorotan tajam dan apresiasi dari LSM Gempur Kota Medan.

Sebagai lembaga yang vokal menyuarakan keresahan warga, LSM Gempur sejak awal memantau ketat insiden penganiayaan terhadap pasangan suami-istri yang sempat memantik murka publik tersebut.

READ  Putusan MK Soal Jabatan Sipil Polisi Dinilai Diskriminatif, Aminullah Siagian: Ini Upaya Melemahkan Polri

Ketua LSM Gempur Kota Medan, Irmanda, S.H., didampingi Sekretarisnya, Jimmy Hamdani, S.Pd.i, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras aparat yang didorong oleh desakan masyarakat.

​”Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Polrestabes Medan. Kecepatan mereka merespons kasus ini membuktikan bahwa Polri tidak membiarkan tindakan premanisme merajalela di kota kita,” ujar Irmanda saat memberikan pernyataan resmi, Kamis (4/6/2026).

​Irmanda menegaskan, LSM Gempur tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Baginya, aksi pelaku yang menendang perut ibu hamil dan menodongkan AirGun adalah bentuk arogansi yang mencederai kemanusiaan.

​”LSM Gempur akan mengawal proses hukum ini sampai ke meja hijau. Kami ingin memastikan tidak ada intervensi dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan warga Medan mendapatkan hak keadilan yang setara,” tegas Irmanda dengan nada lugas.

READ  Satgas Kesehatan TMMD 128 Langkat Tangani Dua Warga Sakit di Desa Kelantan Luar, Gebang

​Senada dengan sang ketua, Sekretaris LSM Gempur, Jimmy Hamdani, S.Pd.i, menambahkan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam mendukung kepolisian. LSM Gempur, kata dia, akan terus menjadi “mata dan telinga” di lapangan untuk memastikan situasi kota tetap kondusif.

​”Kami tidak hanya memuji, kami mengawal. Dukungan penuh kami berikan kepada Kasat Reskrim AKBP Adrian Risky Lubis dan jajaran.

Namun, ingat, LSM Gempur akan terus mengawasi setiap tahap penyidikan agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa kompromi,” kata Jimmy.

READ  Distribusi Air Bersih di Pasar Rawa: Menanti Tuntasnya Sasaran Terakhir

Dengan disitanya sepucuk pistol AirGun dan berbagai barang bukti lainnya, Zulyarham dan Julpikar kini terancam hukuman berat.

Bagi LSM Gempur, penangkapan ini adalah langkah awal. Mereka menegaskan akan terus memantau jalannya persidangan agar pelaku jera dan masyarakat tidak lagi takut melintas di ruang publik.

​Di balik dinding dingin sel tahanan Polrestabes Medan, kedua pelaku mungkin hanya melihat jeruji besi. Namun di luar sana, LSM Gempur Kota Medan memastikan bahwa suara korban dan keresahan warga tetap menjadi narasi utama yang tidak akan pernah reda hingga vonis hakim diketuk.