Prajurit TMMD Gebang Menantang Terik Demi Air Bersih Warga

LANGKAT, WasantaraPos.com — Matahari siang menggantung garang di langit pesisir Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis, 7 Mei 2026. Tanah di Desa Kelantan Baru berdebu dan panas. Namun suara mesin bor tetap meraung, menembus lapisan bumi yang keras.

Di lokasi itu, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat sedang berpacu dengan waktu. Mereka mengejar satu hal yang bagi warga desa jauh lebih berharga dari sekadar proyek pembangunan: air bersih.

READ  Memutus Isolasi Pesisir: Misi Satgas TMMD di Balik Pondasi Jembatan Pasar Rawa

Memasuki hari ke-15 pelaksanaan TMMD, pembangunan sumur bor titik ketiga menjadi pekerjaan yang diprioritaskan. Di bawah terik yang menyengat, prajurit dan warga bekerja tanpa banyak jeda. Sebagian mengawasi pengeboran, lainnya mengangkat material dan membantu kebutuhan di lapangan.

Komandan SSK TMMD ke-128, Letda Inf Rezky, mengatakan sumur bor dibangun untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih kesulitan memperoleh air bersih layak pakai.

READ  Karpet 'Besi Cair' di Tanjung Priok: Jejak Penyelundupan Merkuri Rp 30 Miliar ke Filipina

“Sumur bor ini sangat dibutuhkan warga. Karena itu pengerjaannya terus kami kebut agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Rezky.

Bagi warga Desa Kelantan Baru, proyek itu bukan sekadar lubang bor di tengah tanah lapang. Ia menjadi harapan baru agar mereka tak lagi bergantung pada sumber air yang terbatas, terutama saat musim kemarau datang.

READ  Belasan Tahun Menanti Air Bersih, TMMD Hadir dan Bor Harapan di Pasar Rawa

TMMD ke-128 di Kecamatan Gebang tahun ini memang tidak hanya membangun sumur bor. Satgas juga merehabilitasi rumah tidak layak huni dan mengerjakan sejumlah infrastruktur desa lainnya.

Namun di tengah panas pesisir Langkat, pengeboran air bersih menjadi simbol paling nyata tentang bagaimana pembangunan kadang dimulai dari kebutuhan paling dasar manusia: seteguk air bersih.