Satgas TMMD Kebut Sumur Bor di Gebang, Warga Tak Lagi Bergantung Air Keruh

LANGKAT, WasantaraPos.com — Suara mesin bor memecah kesunyian Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Di tengah panas dan tanah yang keras, personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat terus mengebut pembangunan sumur bor demi satu kebutuhan paling mendasar warga: air bersih.

Memasuki hari ke-16 pelaksanaan TMMD, pengerjaan sumur bor menjadi salah satu sasaran fisik yang diprioritaskan penyelesaiannya. Program itu bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Bagi sebagian warga, air bersih selama ini masih menjadi persoalan harian yang belum sepenuhnya teratasi.

READ  Finish Keempat di Rally Banua 2026, Ijeck: “Track-nya Seru, Gigi Lima Gas Terus”

Di lokasi pengerjaan, personel Satgas terlihat bergantian mengoperasikan peralatan bor dan menyiapkan instalasi pendukung. Tanah yang keras dan kondisi medan yang cukup sulit tak menghentikan pekerjaan.

Pembangunan dipacu agar sumur segera bisa digunakan masyarakat Desa Pasar Rawa dan Desa Kelantan Luar.

Tak hanya prajurit TNI, warga juga ikut turun membantu pengerjaan. Sebagian membantu mengangkat material, lainnya menyiapkan kebutuhan teknis di sekitar titik pengeboran. Gotong royong terlihat menyatu tanpa sekat.

READ  Pastikan Prajurit Siap Tempur, Pangdam I/BB Tinjau Marshalling Area Yonif TP 901 di Sumatera Utara

Kebersamaan itu menjadi gambaran utama program TMMD di Gebang: pembangunan dilakukan bersama warga, bukan hanya untuk warga.

Personel Satgas menyadari, keberadaan sumur bor bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru. Air bersih menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selama ini, sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air yang kualitasnya terbatas, terutama saat musim kemarau datang.

READ  Membuka Keterisolasian Desa Pasar Rawa Melalui Penguatan Infrastruktur

Karena itu, pembangunan sumur bor menjadi harapan baru bagi warga desa.

TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat tak hanya meninggalkan pembangunan fisik berupa jalan dan fasilitas umum.

Program itu perlahan juga menghadirkan sesuatu yang lebih mendasar di tengah desa: akses air bersih yang layak bagi masyarakat.