Siang-Malam Bergelut dengan Lumpur, Satgas TMMD 128 Perlahan Ubah Wajah Gebang

LANGKAT, WasantaraPos.com — Matahari belum tinggi ketika suara mesin molen mulai terdengar di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Di tengah jalan yang masih dipenuhi tanah merah, sejumlah personel TNI terlihat sibuk mengangkat material. Sebagian lain membangun jembatan, sementara beberapa prajurit bekerja membedah rumah warga.

Menjelang malam, aktivitas itu belum berhenti. Lampu penerangan dipasang seadanya. Di bawah cahaya temaram, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat tetap bekerja mengejar target pembangunan.

Bagi warga, pemandangan tersebut menghadirkan harapan yang selama ini nyaris hilang.

Bertahun-tahun masyarakat Desa Pasar Rawa dan Desa Klantan Luar hidup dengan jalan rusak, akses terbatas, dan fasilitas umum yang minim. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur licin yang sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

READ  Dahaga Panjang Warga Pasar Rawa Berakhir di Kedalaman 140 Meter

Kini, melalui program TMMD ke-128 tahun 2026, perubahan mulai terlihat satu per satu.

Program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Langkat, dan masyarakat itu mengerjakan puluhan sasaran fisik maupun nonfisik demi mempercepat pembangunan desa.

Salah satu proyek utama ialah pelebaran dan pengerasan badan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar empat meter yang menghubungkan Dusun I, II, dan III Desa Pasar Rawa.

Jalan itu selama ini menjadi urat nadi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain jalan, Satgas TMMD juga melakukan normalisasi parit sepanjang 1.500 meter dan membangun jembatan berukuran 6 x 4 meter yang akan mempermudah akses antarwilayah desa.

READ  Lima Sumur Bor Rampung Dibangun TMMD di Gebang, Warga Kini Nikmati Air Bersih

Tak hanya membangun infrastruktur umum, TMMD juga menyentuh langsung kehidupan warga kecil melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Sedikitnya lima rumah warga direnovasi, masing-masing milik Rida Wahyuni Rao, Miswandi, Irwansyah, Juraida, dan Suzana. Rumah-rumah yang sebelumnya berdinding rapuh dan beratap bocor kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

“Dulu kalau hujan kami susah tidur karena bocor. Sekarang rumah sudah bagus,” ujar salah seorang penerima bantuan RTLH.

Di titik lain, personel Satgas membangun lima sumur bor dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat. Pos kamling, gorong-gorong, hingga tiga unit platdecker juga ikut dikerjakan.

Namun TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik.

READ  Dari Bocor dan Bergoyang, Satgas TMMD Gerak Cepat Rumah Miswandi Mulai Layak Huni

Warga juga mendapat berbagai penyuluhan mulai dari bela negara, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, hukum dan kamtibmas, kesehatan, keluarga berencana, hingga penyuluhan bidang perikanan dan peternakan.

Program tersebut diperkuat dengan Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), berupa ketahanan pangan seluas satu hektare dan pembagian 100 paket makanan tambahan bagi anak penderita stunting.

Di tengah debu pembangunan dan suara alat berat yang terus bekerja hingga malam, perlahan wajah Gebang mulai berubah.

TMMD kali ini bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau rumah warga. Lebih dari itu, program tersebut menghadirkan keyakinan baru bahwa desa di pelosok pun berhak merasakan pembangunan dan harapan yang sama.